berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Sosmed dan Solusi

“Nda, aku udah nyetatus. Berharap dia baca. Aku sedih banget disindir-sindir”.
“Waduh. Itu namanya nyindir berbalas nyindir. Bukan begitu caranya. Ngomong langsung aja baik-baik lah”.

Nyetatus terus berharap orang yang kita maksudkan itu tersadarkan. Waduh ini susahnya kuadrat, malah bisa susah pangkat empat.

Pertama, iya kalau orangnya baca. Kalau gak? Tiwas capek mikir dan pegel jempol, rugi dah.ย Kedua, jika pun dia baca, belum tentu paham bahwa itu ditujukan untuk dirinya. Model-model EGP begitu lah.

Ketiga, justru orang lain yang baca status tersebut mungkin ada yang berpikir “Jangan-jangan ini status untuk saya?” Minimal mulai nebak-nebak: Siapa ya kira-kira yang dimaksud di status ini? Dek A ini lagi ada masalah apa ya sebenernya? Jadi pada kemal dah, kepo maksimal. Yang tadinya nggak tahu perkaranya jadi (kepingin) ikut tahu, karena sudah jadi status di sosmed.

Keempat, nyindir berbalas nyindir, atau nyinyir berbalas nyinyir, hanya memperpanjang praduga yang tak jelas juntrungannya. Masing-masing bikin statemen dengan persepsinya sendiri. Eh nggak tahunya pas duduk bareng malah ternyata tujuannya sama, tapi dengan mengambil jalan yang sedikit berbeda. Halah, mbok coba ngobrol dari awal yaa.

Kelima,ย (bonus deh padahal tadi cuma bilang ada empat). Dunia sosmed memang menyebabkan orang merasa lebih bernyali untuk menuliskan uneg-uneg, karena dia hanya berhadapan dengan hape atau laptop. Termasuk uneg-uneg yang berhubungan dengan orang lain. Coba kalau ketemu beneran di dunia nyata, palingan juga jadi plendas-plendus, nggak berani segalak kalau nulis di sosmed.

Keenam, (bonusnya kebangetan maaf dah ye). ย Menarik apa yang disampaikan oleh Ibnu Rajab, “Apabila para salaf (kaum terdahulu-red) hendak memberikan nasehat pada seseorang, maka mereka menasehatinua secara rahasia. Sesiapa yang menasehati saudaranya hanya berdua saja maka itulah nasehat. Tapi sesiapa yang menasehati di depan orang banyak maka sebenarnya dia sedang mempermalukannya” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam: 77).

Tapi, di sisi lain memang makhluk venus itu dikaruniai kemampuan menyampaikan gagasan dan perasaan lebih banyak dan lebih atraktif dari pada makhluk mars. Baik lisan atau tulisan, venus juaranya ๐Ÿ˜€ Kadang, kalau belum ย ‘senam mulut’ aka merepet, belum lega rasanya di dada. Jadi ya kadang dimaklumi kalau statusnya suka ubabil begitu, termasuk saya ๐Ÿ˜€ Mungkin lagi butuh pelampiasan biar tidak berasa nyesek di dada. Saya pun kadang alpa. Langsung mak jebrettt gitu aja. Gampang banget nimpalin atau berkomentar yang sesungguhnya tidak perlu. Nyesal deh abis itu. Astaghfirullah.

Tentang ceplas-ceplos ini, pantas saja Kanjeng Nabi mewasiatkan, “Wahai para perempuan muslimah, janganlah ada seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya meskipun sekedar kaki kambing” (HR. Bukhari Muslim).

Nah lihat, konten wasiat Nabi tentang standar moral secara umum. Tapi khitob -nya (ditujukan pada siapa, objek) itu lho, ‘yaa nisaa’ul muslimaat‘. Hua ketahuan kan kalau kaum perempuan emang paling gampang komen yang kadang gaje atau malah ngeremehin.

“Aku gak berani, Nda. Takut salah omong. Secara dia lebih tua”.
“Coba ditulis aja. Sampaikan harapanmu, perasaanmu. Bukan tuntutan padanya. Insya Allah dia juga jadi tahu ada apa sesungguhnya. Mungkin selama ini dia juga bertanya-tanya.”
“Kalau nggak berani juga, gimana Nda?”.
“Waduh. Dicoba dulu dah. Kalau nggak berani juga, cari mediator. Pilih orang yang terpercaya, yang dekat denganmu juga dengan dia. Sampaikan harapanmu, biar si mediator ini yang jadi juru bicara. Tapi cara ini kalau kepepet lho ya. Sebisa mungkin tidak usah melibatkan pihak ketiga. Supaya masalahnya tidak menyebar ke orang lain. Melokalisir masalah”.
“Aku coba ya, Nda. Aku mau nulis aja. Tapi tar bantuin diedit ya Nda.”

Welha, wani piro? #eh ๐Ÿ˜€

Iklan

3 comments on “Sosmed dan Solusi

  1. Yeni
    April 26, 2017

    Cape hati juga klo nulis status nyindir orang. Mending klo orangnya baca. Klo ga cuma kita doang yang baper. Trus klo dia baca juga mending klo paham dgn maksud kita. Tetapi klo jadinya salah paham kan ceritanya jadi makin ribet n mkin panjang. Jdi tetep bcara lngsung lbh baik ya mba ๐Ÿ˜ƒ

  2. herva yulyanti
    April 26, 2017

    nah ini pernah loh aku lakuin wkwkwk nyindir lewat status tak balas sindir jg tp yg lucu mba pas ketemu mau aku ajak ngobrol malah orgnya pura2 ga ada masalah lalu begitu lg dan yg kek gini ya wis aku kamu sampai sini saja hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 26, 2017 by in agama, inspirasi, perempuan and tagged , , , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: