berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Ke Mana Tamasyaku?

jakarta tiga

Malu menyergap, saat raga ini di rumah saja. Kuatir merasa sudah berjuang karena sudah menulis banyak hal yg berharap mencerahkan, lewat sosial media. Atau merasa karena sudah merogoh kantong sekian digit bagi mereka yang berada di garda depan. Apakah itu cukup?

Mungkin itu juga berjuang. Tapi perjuangan yang sesungguhnya adalah di medan laga. Abdurrahman bin Auf yang konglomerat, mampu membiayai seluruh pasukan. Juga diamanahi untuk mengurusi biaya hidup ummul mukminin sepeninggal Rasulullah SAW. Kayanya luarrr biasa, sumbangannya pada kemajuan Islam tak terkira. Tapi, dia tetap berangkat di berbagai perang. Hingga sejarah mencatat, kalau sedang tidak di masjid untuk bermunajat, dia ada di pusat bisnis untuk berdagang, atau sedang berjihad di medan perang. Di perang uhud, dia terkena luka tertombak di 20-an tempat, termasuk di pahanya. Hingga kakinya pincang sejak itu. Giginya pun rompal tiga.

Ah, bukankah mukmin yang sejati yang mampu berjihad justru disebut Allah dengan orang yang sedang bertamasya, jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan? Kata yang demikian indah diabadikan dalam Quran. As-Saaihun (9 : 112) atau As-Saaihat bagi perempuan (66 : 6). Sebagai salah satu golongan yang dipuji oleh Allah langsung, dan mendapatkan kabar gembira berupa surga. Tamasya menuju surga! Tempat mana lagi yang mampu mengakahkan keindahannya?
Juga, bagi yang mengaku mukmin, bukankah jihad itu adalah tamasya sepanjang hayat? ‘Wisata umatku adalah berjihad di jalan Allah.’ (Al-Albany dalam shahih Al-Jami’ no. 2093

Memang, dalam perjuangan, selalu ada barisan. Barisan paling depan menghadapi ganasnya lawan. Barisan paling belakang lebih banyak menghadapi gejolak nafsunya sendiri. Akan ikut terus maju apapun kondisinya, atau lari mundur menjauh cari aman. Semoga aku bukan termasuk yang barisan belakang itu 😦

~ Untuk teman-teman yang hari-hari ini merelakan malam dan siangnya di lapangan, maafkan jika hanya hati dan doaku yg menyertai kalian.

~jakarta tigayatiga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2017 by in agama, inspirasi, Neguneg and tagged , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.599 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: