berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Macet dan Mahsyar

Macet & Mahsyar

(Muktia Farid)
Senin pagi yang padat. Keluar rumah usai subuh pun tetap tak terhindar dari kemacetan. Padahal merasa melawan arus, menuju As-Syifa Subang untuk menjemput kakak sulung yang sudah selesai boardingnya, siap kembali ke rumah.
Saat macet, kita seringkali kesal, menggerutu. Merasa begitu lambat roda mobil bergerak menggilas jalanan. Sedang tiap orang ingin segera sampai di tempat tujuan. Padahal kita bermacet-macet masih di dalam mobil, tidak langsung berjalan di atas panasnya aspal di bawah panasnya mentari. Padahal sudah ada AC di dalam mobil yang mengalirkan hawa dingin nan sejuk. Padahal kita masih bisa minum dan makan dari bekal yg sudah kita siapkan dari rumah. Padahal di mobil masih bisa mendengarkan nasyid atau murottal untuk menyejukkan hati.
Lalu, bagaimana nanti kita menghadapi macet yang niscaya? Macet yang dialami semua manusia, yang harus berbaris berdesakan. Tanpa membawa minum dan makan. Tanpa AC sejuk, tapi berganti panggangan cahaya mentari yg begitu dekat. Hingga semua orang berkeringat. Keringat yang menjadi genangan, lautan, bahkan mampu menenggelamkan. Tanpa sandal atau sepatu agar kaki nyaman. Pun tanpa pakaian hingga panas yang membakar mampu utk langsung membuat kulit kita gosong kehitaman. Kemacetan di padang mahsyar, kemacetan yang tak mungkin ditolak. Kemacetan yang untuk mengurangi deritanya hanya bergantung pada satu bekal: amal shalih.

Sudah cukupkah bekal kita menghadapi kemacetan yang ini? Mari, siapkan bekal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 17, 2017 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: