berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Kisah Telur & Terhalangnya Doa

Ada kisah menarik yang saya dapatkan dari WAG.

Sebelum bertutur kisah tersebut, kalau kita baca lagi tentang fenomena tidak terkabulnya doa, salah satunya adalah karena kemaksiatan. 

Jadi, tak cukup dengan dahi ini tersungkur lama sujud berdoa. Tapi juga memastikan bahwa setidaknya kita sudah berusaha meninggalkan maksiat, memperbanyak ibadah, dan meninggalkan yang haram. Rasul bersabda, “…sedangkan makanannya haran, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi kecukupan dengan yg haram. Bagaimana doanya akan dikabulkan?”

Hadits ini selain menjadi instropeksi pribadi, tentu juga bagi para kepala keluarga yg berfungsi sebagai pencari nafkah. Janganlah membawa pulang harta yang haram ke rumah, jika tak ingin doa-doa yang terpanjat penghuni rumah akan tertolak.

Akan halnya menjauhi maksiat agar doa kita tidak terhijab, dapat kita simak dari kisah ini.

~Makar Hajjaj Yusuf ats Tsaqofi dengan syubhat dalam sebutir telur~

Ketika Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi berhasil menguasai ‘Iraq. Setiap ia menugaskan seseorang untuk menjabat sebagai wakilnya di sana dan mengatur rakyat ‘Iraq, selalu  berumur pendek. 

Orang-orang ‘Iraq yang tidak rela dengan kezhaliman yang merajalela mendoakan kebinasaan bagi siapa saja yang menjadi wakil Hajjaj di ‘Iraq.

Hajjaj pun memutar otak liciknya. Hajjaj meminta seluruh penduduk ‘Iraq untuk memberinya masing masing sebutir telur ayam dan meletakkannya di beranda masjid Jami’. Dikatakannya, ia sangat membutuhkannya.

Penduduk ‘Iraq menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele dan bukan merupakan kemungkaran. Mereka merasa tidak punya alasan untuk menolaknya. Maka berbondong-bondong mereka menuju masjid Jami’ dengan sebutir telur di tangan masing-masing. Tanpa menaruh curiga sedikit pun mereka meletakkan telur-telur itu begitu saja di beranda masjid.

Setelah semua orang meletakkan telur-telur yang mereka bawa, Hajjaj melancarkan siasat busuknya. Dikatakannya, ia berubah pikiran. Dia tidak butuh telur-telur ayam itu. Dia mempersilakan penduduk ‘Iraq untuk membawa pulang telur-telur itu. 

Beribu tanya berlompatan di hati penduduk ‘Iraq. Apa gerangan maunya si pendosa durjana itu. Dengan mulut terkunci atau sekedar bisik dan gumam, masing-masing pulang dengan membawa sebutir telur. Mereka pikir, jika yang diambilnya bukan telur miliknya, pastilah itu telur milik saudaranya yang pasti merelakannya barang miliknya tertukar.

Dari kejauhan, Hajjaj memandang kepulangan penduduk ‘Iraq dengan tersenyum puas. Pendosa itu tahu, rencananya berhasil tanpa cela. Dia lega. Kini ia bisa menjanjikan keselamatan bagi siapa saja yang menjadi wakilnya, tanpa takut doa dan kutukan penduduk ‘Iraq.

Sampai di rumah masing-masing, penduduk ‘Iraq belum menyadari bahwa Hajjaj telah berhasil menipu mereka.

Mereka menjalani hari-hari seperti biasa. Dan seperti biasa pula mereka mendoakan kebinasaan wakil si pendosa durjana yang duduk di kursi tertinggi di ‘Iraq.

Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, penduduk ‘Iraq menunggu kebinasaan penguasa baru itu. Namun, kabar kematian yang biasanya tak pernah mereka tunggu lama tak kunjung tiba. Mereka mulai mawas diri.

Mereka menginstropeksi diri. Mereka pun menyadari bahwa mereka telah ditipu mentah-mentah oleh Hajjaj. Mereka kalah siasat. Telur yang mereka bawa pulang yang kemudian mereka rebus atau goreng beberapa waktu yang lalu, mereka pastikan bukan telur milik mereka. 

*Telur syubhat telah menghalangi pengabulan doa-doa mereka.* 

Tapi apalah daya, nasi telah menjadi bubur. Sesal kemudian tiada guna. Tinggal kesabaran menghadapi kezhaliman Hajjaj.

~~~~~

Mari, perhatikan kedisiplinan kita dalam makanan dan pakaian syubhat. Perhatikan apakah kita sudah menjauhi maksiat. Agar kedzoliman bisa dipatahkan dengan kekuatan doa kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 23, 2017 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: