berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Rejeki Tak Terduga Tanpa Riba

dinar

Niat awal dulu, awal tahun 2009, adalah ngurip-uripi (menghidupkan) salah satu program bank BMT yang kebetulan saya juga ikut-ikutan jadi pendirinya. Yang namanya BMT, jelas non ribawi. BMT yang banyak membantu pedagang cilik dari jeratan rentenir yang gencar di pasar-pasar. Sekaligus membersamai mereka untuk memahami Islam denngan lebih baik.

Waktu itu ada program simpanan pokok khusus, yang disebut Dinar. Ini bukan program konversi uang arab, hanya namanya saja kebetulan sama. Ada angka nominal yang dipatok. Saya dan suami mengambil angka minimal itu, masing-masing satu. Halah, ya waktu itu memang duit di kantong juga lagi ngepas.

Saya nyaris lupa kalau pernah ikut program simpoksus itu. Kalau saja tidak ada bahasan tentang dunia investasi syariah di sebuah WAG. Terus tiba-tiba ingat, lah dulu saya pernah memasukkan dana simpoksus, apa kabarnya ya? Nggak ngarep terlalu jauh sebenarnya, yang penting masih bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi umat. Terus, saya iseng nanya saldo tabungan saya ke sana, yang tentunya sudah saya buka sejak BMT ini berdiri. Itu dibuat sekitar tahun 1999 kalau tidak salah. Saya pun tak ingat saldo terakhir berapa, karena butab-nya juga di kampung 😀

Direktur BMT yang saya kenal baik, memfotokan info butab saya lalu mengirimkannya ke WA. Dan… saya mendelik melihat saldo terakhirnya. Dari mana ceritanya kok jadi segitu? Mengalirlah jawaban panjang dari sang direktur. Ternyata, bagi hasil dari simpoksus (yang saya sendiri lupa kalau ikut), nominalnya sudah lumayan besar, hingga totalnya jauh melebihi dari nilai nominal simpoksusnya. Angka bagi hasilnya bisa buat ongkos umrahlah. Mungkin wajar sih, lah dari 2009 ke 2017, sudah 8 tahun yang lalu. Tapi buat saya yang gak ngarep terlalu banyak, jadi kuaget pol. Sujud syukur, tentu saja.

Tiba-tiba saya terharu. Allah Memang Maha Baik. Niat saya untuk ikut menghidupkan BMT yang non ribawi, justru diberi banyak dan lebih. Sungguh manis janji Allah. Saat Dia mengancam akan memerangi orang yang melakukan riba, Dia juga memberikan karunia-Nya pada kita yang berusaha menjauhi riba.

Saya teringat kutipan di catatan lama, yang berjudul Nggak Sekedar Pinjam
Setidaknya ada 5 ancaman bagi yg nekat melalukan riba. ke-1, kerasukan setan (hiy). ke-2, kemusnahan/kebangkrutan. ke-3, diperangi Allah (emang siapa kita berani2nya ngajak Allah perang?). ke-4, kafir. ke-5, kekal di neraka.

Ngeri, ngeri!  Bismillah, semoga kita semua (muslim) mampu menjauhi riba. Jangan kalah sama yahudi. Mereka mengharamkan riba untuk mereka sendiri, tapi tetep getol menyebarkan riba untuk umat non yahudi. Bikin banyak bank-bank yang keren dan menggurita, dan menggaet umat muslim sebanyak-banyaknya untuk jadi nasabahnya. Jangan sampai kita masuk perangkapnya.

Iklan

2 comments on “Rejeki Tak Terduga Tanpa Riba

  1. @nurulrahma
    Februari 16, 2017

    Mbaaaa, maturnuwun atas pencerahannya 🙂 Iya, perang lawan riba emang kudu lebih gencar ya mbaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 16, 2017 by in agama, Curahan Hati, inspirasi and tagged , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: