berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Kafir Itu…

Sekarang lagi ngetren banget tuh kayaknya kosa kata satu itu. Lah padahal dari dulu di Quran juga sudah ada. Definisinya jelas. Selain itu ada juga istilah musyrik, murtad, munafik, dll. 

Kok sekarang jadi rame? Berasa kasar? Lho itu istilah dari kitab suci di agama Islam, bagian dari kalam-Nya. Mau diganti kata lain misal non muslim, ya tetep aja gak pas. Kan selain kafir masih ada lagi tuh segambreng di atas. ‘Non muslim’ itu malah bias. Itu maksudnya siapa? Kafir, atau murtad? Kafir pun lalu dibagi lagi. Ada kafir dzimmi ada kafir harbi. Ada kafir yang baik2 dan sopaaaan sekali. Ada kafir yang hawanya ngajak perang.

Itu istilah untuk membuat batasan secara aqidah. Istilah yg khas di Islam. Mungkin tidak ditemukan di agama lain. Jika merasa sebutan itu kasar, sebetulnya gampang kok. Logikanya, jika seseorang itu bukan Islam lalu memang disebut kafir, maka otomatis (kalau istilahnya mau dipinjam agama lain), saya kafir juga bagi seseorang tersebut. Sesimpel itu. Tidak sensi dan heboh kok. Ini tentu kaitannya dengan soal aqidah ya. Kalau dalam pergaulan, ya biasa aja. Saling tolong-menolong dan bermasyarakat itu fitrah, apapun agamanya. Kudu saling bantu malah.

Nah, kalau dia tak mau pakai term itu ya gakpapa. Tapi kalau untuk yang beragama Islam terus menghindari istilah itu, merasa itu diskriminatif dsb, aneh juga. Semoga tidak lupa bahwa istilah tersebut bertaburan di kitab suci Al-Quran. Bahkan jadi nama salah satu surat. Sila pelajari satu-satu, pada kondisi apa dan atas sebab apa term itu muncul. Kalau mau protes kok merasa itu istilah ‘kasar’ banget, ya sana protes sama Allah kalau berani.

Terakhir, ada satu ayat yang jelas di agama saya: lakum diinukum waliyadiin. Kita taat dengan ajaran agama kita masing2, meski kita ‘kafir’ satu sama lain. Ketaatan yang benar tentu tidak menyulut permusuhan. Potret agama kadang menjadi tampak buruk bukan karena ajarannya, tapi karena perilaku manusia yang mengaku beragama. Jangan2 saya juga ada di antaranya. Astaghfirullah, semoga kita semua dimudahkan menapaki jalan kebaikan.

Iklan

2 comments on “Kafir Itu…

  1. Haidar Afanin Shiba
    Maret 20, 2017

    Assalamualaikum wr wb.. Mbak blognya bagus banget. Bermanfaat sekali substansi tulisan-tulisannya. 🙂
    Keep writing ya Mbak.. salam kenal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 24, 2016 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: