berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Perlunya Dorongan Istri pada Suami

kartu-beacukai

Semalam, suami pulang kantor terus ngasih amplop. Saya pikir undangan nikahan dari stafnya yang masih banyak bujang. Gak tahunya, ucapan apresiasi dari atasannya di kantor untuk para istri. Waa, berasa tumben. Meski ya sebetulnya kan biasa aja istri nyupport suami di dunia kerjanya. Lah pan tar juga gajinya buat anak istri #eh
Tapi kalau dapat penghargaan tertulis begini emang lebih berasa mak nyess gitu. Apalagi ritme pekerjaan di kantornya memang wow! Pulang sering jauh lebih malam dari jadwalnya dan kadang malah kudu nginap.

Meski saya juga tahulah kira-kira kalau surat semacam ini dibuat massal untuk seluruh pegawai yang sudah beristri. Bukan personal untuk suami saya. Tapi tetep mak nyess kok. Etapi terus karyawan yg masih jomblo ucapannya buat siapa ya? Apa buat emaknya? *iseng amat sih keponya 😛

Jadi, terima kasih untuk apresiasinya. Semoga suami saya tetap mampu bekerja dengan ikhlas, profesional dan tetap jujur 🙂
Sebagaimana kalimat yang sering saya bisikkan, meniru kaum wanita salafus salih terdahulu, “Wahai suamiku, bertaqwalah pada Allah saat engkau mencari rezeki untuk kami. Karena kami masih mampu menahan lapar dan dahaga, tapi kami tak akan mampu menahan panasnya api neraka“.

Tiba-tiba pula saya ingat secuplik puisi yang pernah saya kirimkan untuknya sekitar tahun 2012. Puisi yang saya berharap menyemangati beliau bekerja karenanya. Begini bunyinya.

Yaa zaujiiy, Kang Zubaidy
langkahmu mencari nafkah
adalah ibadah
tiap peluh dan lelah karenanya
jua adalah ibadah

kan kulepas hari-harimu
dengan doaku:
zawadanallahu taqwa
waghofaro dzunuubanaa
wayasaro lanaa
haitsu maa kunta.

semoga Allah menambahkan ketaqwaan pada kita berdua,
mengampuni dosa kita berdua
dan melancarkan segala urusan kita berdua
di mana pun berada 🙂

Eh, tapi tiba-tiba kok saya jadi ingat joke yang dikirim teman di grup WA alumni. Tentu bukan dorongan istri yang kayak beginilah yaaa yang dimaksud 😀


Suatu hari di danau buaya ada pertandingan: Bagi siapa yang berani nyemplung dan dengan selamat naik lagi akan mendapatkan hadiah $1.000.00,-
Setelah ditunggu sekian lama tidak ada yang berani terjun.

Akhirnya terdengar suara “pum” dan terlihat ada seseorang terjun ke danau kemudian dengan sekuat tenaga menuju tepi danau. Raut mukanya pucat karena dikejar buaya. Dengan napas tersengal- sengal, akhirnya sampai juga di tepi danau.
Pengunjung memberi salam kepadanya dan diberikan hadiah $1.000.000,- kepadanya.

Tetapi dengan marah sekali dia berkata, “Saya hanya mau tahu siapa yang mendorong saya ke danau?”
Setelah dia menengok ke belakang terlihat isterinya mesam-mesem! 😍😍😍

*Di belakang setiap suami yang sukses, pasti akan ada seorang istri yang berani mendorongnya*
😆😆😆

Iklan

One comment on “Perlunya Dorongan Istri pada Suami

  1. Murtiyarini
    Oktober 25, 2016

    Hahaha..joke nya lucu. Benar2 istri jadi pendorong suami ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 25, 2016 by in agama, Neguneg, samara and tagged , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: