berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Merawat Samarada, Upaya Sepanjang Usia

pantai

Saat mendampingi jadi ‘navigator’ di samping suami yang nyetir mobil dengan kecepatan tinggi (sampe termos-termos pada pecah dan si bulik yuyun bahunya biru kebentur kaca mobil-red), aku memutar sebuah lagu nasyid tentang cinta sepasang suami istri. Nasyidnya mellow pwol, bikin hati terhanyut-hanyut ikutan mellow. Tapi ada satu hal yang menggelitik di benakku, dan spontan kutanyakan pada dia, suamiku.

“Mas, kenapa ya? Kalau denger lagu-lagu yang kayak gini, kita terbawa emosi. Syair & melodinya ho-oh banget, bikin kita terhanyut. Atau kalau baca-baca buku novel tentang keluarga samara, juga kita jadi termotivasi gitu. Tapi ternyata, kadang-kadang si penyanyi atau penulis buku itu, kehidupan aslinya kita tahu, kok nggak seindah lagu yang dibawakan atau buku yang ditulisnya? Ada yang malah sebenarnya sudah cerai dengan istrinya. Ada juga yang nggak harmonis hubungannya dengan anak-anak dan istrinya. Kenapa tuh ? “

Suamiku menjawab sambil senyum, “Yaa. Untuk mencipta dan menyanyikan lagu, atau menulis buku, kan butuh beberapa waktu. Dia bisa bener-bener fokus di situ untuk saat itu, beberapa saat, sehingga lagu atau bukunya bagus dan dihargai orang. Tapi, kalau membina keluarga, kan tidak hanya sesaat seperti itu, tapi bersaat-saat…”

“Hihi, iya ya. Butuh waktu sepanjang usia ya mas? Berat ya jadi suami kalo gitu?”
“Iya, Jeng. Makanya bantu Mamas ya, Jamilaaah ” (jamilah = cantik -red)
“Hah? Jamilah? Jamilah mah nama sekretaris Dekan di FKIP kantorku mas. Hahaha” jawabku asal, membuatnya tersenyum geli.

Hmmm, jadi ingat waktu aku membuat kado pernikahan 10 tahun untuknya, tahun 2008 yang lalu, berupa ‘buku’ tentang kilas balik perjalanan pernikahan kami. Usai membaca buku itu, waktu itu dia bertanya,
“Jeng, memang bener perasaan Ajeng begitu, seperti yang ditulis di buku itu? Bukannya cuma untuk nyenengin hati Mamas aja?”
Kujawab sambil senyum, “Ya bener lah maas. Kan Ajeng yang ngerasain langsung. Betapa indahnya jadi istri mamas selama 10 tahun kemaren (sekarang tahun ke 13-red). Mosok cuma buat nyenengin. Itu kan kayak otobiografi aja.”
Mendengar jawabanku, Mamas tersenyum manis dan mendekapkan buku itu ke dadanya 🙂
Lah bukunya juga nggak berisi seneng-senengnya doang kok, edisi berantem dan diem-diemannya juga ada meski sedikit. Katanya, itu jadi bumbu penyedap dalam rumah tangga. Nikmati saja. Asal jangan kebanyakan bumbu, nanti bisa kanker 😀

Sementara, belum lama juga ada kasus yang menimpa motivator kondang itu. Persoalan keluarga ayah-anak yang lalu menjadi ranah publik. Terlepas siapa yang jujur dan siapa yang tidak jujur, quote-quote yang dia sampaikan selama ini memang menarik, dan mungkin juga menginspirasi banyak orang untuk berubah. Namun, tetap saja, mengarungi hidup yang sesungguhnya selama berpuluh tahun, memang tak semudah memotivasi orang lain. Juga dalam mengarungi rumah tangga, tak semudah apa yang kita ceritakan pada orang lain. Ibaratnya, dokter spesialis pun, ada saatnya dia sakit dan perlu bantuan orang lain untuk mengobati sakitnya. Obat mujarab untuk terus merasa bahagia memang (antara lain): harus jujur 🙂

Ya Rabb, mudahkan kami untuk dapat membawa biduk rumah tangga ini sampai ke ujungnya
Bersama seluruh ‘anak buah kapal’ yang kini hadir satu-persatu mewarnai hidup kami
Menuju tempat terakhirr di pulau cinta-Mu
Rabbana hablana min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun.
waj’alnaa lil muttaqiina imaama

*membongkar catatan lama
gegara menyimak lagu yang sama 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 20, 2016 by in inspirasi, keluarga, samara and tagged , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: