berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Berita Duka: Empati, Bukan Menghakimi

empati

sumber: bhataramedia.com

Kemarin, saya dikejutkan dengan tiga berita kematian mendadak. Ada anak yang katanya meninggal karena ‘kunduran’ mobil matic ibunya. Ada seorang pemuda tetangga yang meninggal katanya karena mobil yg disetir adiknya (yang lagi belajar mundur) malah maju sehingga kakaknya yang ada di depan mobil tertabrak. Ada 3 balita yang terbakar hidup-hidup di dalam rumah karena si ibu lagi sholat dzuhur di masjid sedang rumah dikunci dari luar.

Tersentak saya, saat sedikit ada komentar tentang ‘betapa lengahnya’ 😦
Teman, saya pernah merasakan duka ditinggal putri saya secara mendadak. Tanpa disalah-salahkan orang lain pun, pasti sohibul musibah terus dikejar perasaan bersalah. Apalagi orangtua pada anaknya. Tak ada ayah atau ibu yang tak sayang pada anaknya,kecuali memiliki kelainan jiwa. Jelas, saat ditimpa kedukaan tentang anaknya yang berpulang, penyesalan bisa menghantui sisa hidupnya, jika tidak segera ditepis bahwa semua sudah kehendakNya.

Semua sudah taqdir. Itulah yang terbaik. Hikmah boleh dan silakan diambil, agar menjadi pembelajaran. Tapi ‘jikalau jikalau’… tidak perlu, karena itu hanya mendekatkan pada pintu syetan. Itulah gunanya Iman.

Jadi, ada adab, ada kode etik dalam menyikapi berita duka. Paling baik, tentu mendoakan, ziarah langsung, dan mengurus jenazah seperti yang disunahkan. Lalu apa? Saya pernah tuliskan di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 31, 2016 by in agama, inspirasi and tagged , , , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: