berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Antara Cerdas & Bernas: Untukmu Karin

Mendadak senja ini saya ingin menulis, setelah membaca status dua orang karib saya di laman medsos. Tentang fenomena gadis remaja yang membuat heboh dengan berbagai vlognya dan ramai memiliki pengikut di IG nya. Saya sendiri tak memiliki akun IG. Paling ngintip dari akun anak-anak. 

Gadis remaja ini bernama Karin. Nama yang indah. Jika lalu banyak yang menghujatnya karena ucapan dan perilakunya yang diluar batas nilai ketimuran, sedangkan dia masih belia….Allah, sedih nian. Dia memang cukup berani untuk mengaplod hampir semua sisi kehidupan pribadinya, termasuk cara bicaranya yang banyak menggunakan kata kasar, kebiasaan merokok, juga gaya pacarannya yang kelewat batas, untuk anak seumuran dia jadi sangat berlebihan dan mengkhawatirkan. Entahlah apa tujuannya. Mungkin ingin dikenal, mungkin ingin memiliki banyak teman. Hingga akhirnya publik ramai beberapa hari ini oleh aplod videonya yang nangis-nangis karena diputusin pacarnya yang 3 tahun lebih muda dan mereka pacaran (hanya) 5 bulan. Ah Karin… Tak hanya sebatas  urusan keperawanan dan selaput dara yang saya kuatirkan, tapi lebih jauh dari itu adalah soal masa depanmu, yang sebenarnya bisa lebih mudah engkau raih saat kau tak mengambil keputusan yang salah dalam mengakrabi instagram & menjaga lakumu.

Heboh tentangnya bisa dilihat di akun instagramnya @awkarin jika belum ditutup. Tidak, saya sendiri tak ingin melihat lebih detil. Cukup membaca dari salah satu web seperti di laman ini misalnya, sudah membuat saya sedih bukan main. Apalagi saya juga memiliki anak perempuan seusia Karin, yang dalam usia segitu barangkali memang sedang bergejolak jiwa mudanya. Saya bayangkan betapa sedih hati ibundanya saat ini. 

Apalagi Karin bukanlah gadis biasa. Dia gadis pandai yang saat SMP pun mampu menjadi peraih nilai ketiga tertinggi se kepulauan Riau. Beritanya ada di laman iniYa Allah, anak yang cerdas banget sebenarnya. Tapi cerdas saja tak cukup šŸ˜­ Dan kemampuannya membuat berbagai vlog dan foto yang menarik tentulah karena memang dia pintar. Tapi sungguh kepintaran atau kecerdasan saja tak cukup. Sama sekali tak cukup. Ngeri saya lalu membayangkan bagaimana ini semua karena akibat ‘sosial’, karena pergaulan. Mungkin Karin juga tak sendiri. Profil semacam ini mungkin jamak di ibukota. Tapi ketika apa yang dilakukan itu lalu diabadikan, dipotret dan divideokan lalu diaplod, lalu mendapat jempol tanda suka dan banyak dipuja remaja…ah saya ngeri membayangkannya šŸ˜¦

Untukmu Karin, sebagai ibu saya tetap berharap, ada jalan bagimu untuk kembali. Tatap kembali mata papa mamamu saat melepas engkau pergi untuk melanjutkan studi di Jakarta. Ingat harapan mereka yang dulu digantungkan di pundakmu, sebagai salah satu pelajar berprestasi. Usiamu masih muda naak, masih banyak yang bisa kau lakukan untuk kembali menata masa depan.

Sebagai seorang ibu, saya sedih. Saya terpukul. Saya deg-degan dan cemas. Bukan karena saya meragukan anak-anak saya yang semoga selalu dalam lindungan Allah. Anak-anak saya sendiri memiliki prestasi yang lumayan, meski pun tak sebanding dengan Karin. Tapi prestasi akademis lalu menjadi faktor kesekian jika taruhannya adalah masalah akhlak dan perilaku.

Saya takut, akan peranan dan tanggung jawab saya sendiri sebagai ibu. Saya kuatir saya tidak mampu menjadi ibu yang baik bagi anak-anak. Jamaknya ibu, biasanya lebih cerewet soal aturan ini itu. Yang akhirnya membuat anak gadis dan ibu seolah bersitegang. Sedihnyaaaa. Padahal ibu dan anak insya Allah sama-sama bermaksud baik. Namun memang ada kalanya ada hal yang perlu diingatkan. Bukan hanya pada anak, tapi juga pada diri sendiri dan pasangan. 

Lalu ingatan saya jauh melampaui masa, saat dulu saya dididik ibu dan bapak dengan tegas. Saya produk keluarga yang pemahamannya cenderung religius konservatif, tegas dalam aturan. Termasuk tegas dalam hukuman. Ketegasan yang saya rasakan manfaatnya setelah saya kini dewasa dan juga menjadi seorang ibu.

Bukan tak berarti saya sepenuhnya mengiyakan pola bapak dan ibu dulu dalam mendidik saya, tapi di waktu-waktu ini, dimana serangan teknologi dari gadget, internet dan sosmed membabibuta menyerang kehidupan kita, penegakan aturan yang tegas menjadi sangat perlu. Aturan penggunaan gadget, misalnya. 

Ah, saya sadar diri bahwa saya bukanlah seorang ibu yang baik. Barangkali saya ibu yang terlalu eksak, A ya A, B ya B. Bukan ibu yang penuh kelembutan dan siap melayani semua kebutuhan anak. Tapi saya tetap berharap, atas semua kekurangan saya sebagai ibu, anak-anak saya tetap tumbuh menjadi generasi mulia, yang akhlaknya berbudi, dan dicintai sesama. Hanya pada Allah saya berdoa.

Maka, jika kalian sempat membaca tulisan ini anak-anakku. Pertama, maafkanlah ibumu ini. Kedua, ibu berpesan, jaga diri kalian baik-baik ya anak-anakku šŸ˜ Kenali Rabbmu, akrabi Quranmu… Itulah yang akan terus memandu langkahmu.

Pojok kamar, 22 Juli 2016

Iklan

23 comments on “Antara Cerdas & Bernas: Untukmu Karin

  1. Diah Kusumastuti
    Juli 22, 2016

    Saya ketinggalan berita nih, Mbak.. saya gak tau heboh2 soal Karin. Tapi membaca postingan ini, perasaan saya juga sama seperti Mbak. Pastilah sbg ibu kita khawatir, takut, kalau2 kita tak mampu menjaga dan mendidik anak2 dgn baik, ya. Harapan terakhir hanya pada Allah ya, Mbak.. *sedih*

    • muktiberbagi
      Juli 22, 2016

      Iya mbak. Aamiin. Iya sy jg gak sengaja tahu krn baca status teman aja mbak terus buka link beritanha

  2. Ria
    Juli 22, 2016

    Kekhawatiran yang sama, Putri saya berusia 9 tahun saat ini

  3. nengwie
    Juli 22, 2016

    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan membimbing anak-anak kita selalu dijalan-Nya..aamiin..

  4. Fanny f nila
    Juli 22, 2016

    Saking penasarannya, aku sampe ngeliat youtubenya dulu sebelum komen di sini. Dan reaksi pertama, ga jaub beda ama mbak :(. Takuuut mbak.. takut anak2ku nanti jadi seperti ini, takut mereka terpengaruh ama pergaulan yg seperti ini.. aku akuin, dulu aku juga ga baik2 banget. Sering diem2 ngelawan apa yg disuruh ortu, pernah juga berontak dan ngelakuin apa yg dilarang Tuhan. Kadang itu yg bikin aku takut mbak, apa karma dr apa yg aku lakuin dulu bakal turun ke anak2ku.. Semoga gak, semoga apa yg aku ajarin skr, bisa menempel di pikiran mereka. Gpp lah anakku ga sepintar jenius, tapi semoga akhlaknya bisa selalu meniru rasul junjungan šŸ˜¦

    • muktiberbagi
      Juli 22, 2016

      Aaamiiin. Iya sebagai ibu kita semua tentu takut. Jadi bercermin terhadap masa depan kita & anak2. Semoga Allah mengampuni masa lalu kita yg mungkin tdk baik2 amat itu, dan menjadikan keturunan kita yg qurrota a’yun, penyejuk mata orangtua

  5. titi esti
    Juli 22, 2016

    Aku sediiiiih mbaaa……. nggak nyangka anak remaja bisa senekat itu. Kebayang perasaan bapak ibue

  6. Isnaini S Ibiz
    Juli 22, 2016

    Heboh soal Karin ini membuat saya kepingin kepoin instagramnya. Tapi kayaknya nggak penting juga. Jadi kepoin artikel-artikel yang bahas dia saja ya, mbak. Hihihi

  7. jampang
    Juli 22, 2016

    Saya batu tahu nih berita di atas šŸ˜€

  8. Afifah Afra
    Juli 23, 2016

    Semoga anak2 kita diberikan kecerdasan dan ketahanan emosional spiritual ya mbak… cerdas kognitif tanpa kekuatan karakter itu hampir tiada guna.

    • muktiberbagi
      Juli 23, 2016

      Iyoo. Jan ngeri aku jaman sekarang gak mudah jadi orangtua šŸ˜¦

  9. asri putri rizqiah
    Juli 23, 2016

    Abis baca 2 tautan berita ttg karin di atas… bertolakbelakang banget beritanya… sedih banget mba šŸ˜¦

    • muktiberbagi
      Juli 23, 2016

      Iyaa. Jadi sedih justru krn dulu remaja berprestasi šŸ˜¦

      • asri putri rizqiah
        Juli 23, 2016

        Salam kenal ya mba mukti.. kita segrup di hsmn tangerang šŸ™‚

      • muktiberbagi
        Juli 23, 2016

        Ohya mba astri? He maaf suka on off nyimak grup jadi gak ngeh

      • asri putri rizqiah
        Juli 23, 2016

        Saya juga jarang on mbaa.. eh tadi siang aja tumbenan manjat grup trus nemu link blognya mba mukti šŸ™‚

  10. wapenk
    Juli 24, 2016

    saya menggaris bawahi “cerdas aja ga cukup” bener banget itu…. kok saya baru tau berita ini sih ya wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 22, 2016 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: