berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Melacak Jejak, Mengumpulkan yang Terserak

Sudah lama saya kepikiran. Sedih rasanya. Grup whatsap teman SMP sampe kuliah kemriyek melulu ramene pwol tiap hari. Tapi teman-teman SD? Nyaris bisa dihitung jumlahnya dengan jari. Padahal, justru karena dari SD swasta yang tidak bonafidlah, banyak kenangan manis di sana, bahkan setelah menjadi alumni. SD Muhamadiyah 1 Purworejo, SD tengah kampung nyaris pinggir kali. Sering disebut dengan SDM.

SDM

Kenangan yang tak sekedar eforia ketemu teman lama, tapi juga keinginan bersama untuk melakukan sesuatu bagi SDM kami tercinta.
Masa saya SMP & SMA. Teringat saat tiap Sabtu sore menyempatkan diri gantian mengajar adik-adik klas 6 tambahan pelajaran, untuk persiapan mereka ujian. Teringat saat ikut menginap jika ada Persami. Teringat jalan-jalan muter- muter dengam motor ke tokoh dan pengusaha lokal meminta sponsor untuk rangkaian milad SD. Teringat rapat-rapat yang penuh canda tiap Ahad sore di salah satu ruang kelas SD. Sederhana saja, tapi indah.
Lalu masa kuliah. Waktu itu cuma keidean untuk meminta pihak SD ada rekening khusus, agar alumni bisa menyumbang sewaktu-waktu, meski tak besar. Namanya juga anak kuliah.Tapi yang sedikit, semoga menjadi bukit.

Maka, jika tiba-tiba bisa terhubung dengan salah satu senior jaman SD, yang selalu bersemangat menularkan spirit untuk ‘memberi’, adalah anugerah. Sunggguh, sudah lama sebenarnya saya mencari jejak beliau. Tapi tak kunjung terhubung. Bahkan sejak ada demam fesbuk yang katanya jadi gampang menemukan teman lama, tetap belum terhubung. Akunnya ada, namun tampaknya termasuk yang tidak rajin menengok akun.
Jadi, bungah rasanya saat tiba-tiba inbox saya berbalas. Pelan-pelan saya menanyakan jejak kakak-kakak kelas yang seangkatan beliau, tapi tampaknya memang belum terlacak. Memang pernah terjadi perubahan kebijakan di SD kami dulu. Beliau adalah kakak kelas 4 tahun di atas saya. Kakak kelas yang mulai ada laki-laki. Karena untuk angkatan kakak kelas 3 tahun di atas saya hingga adik kelas 3 tahun di bawah saya, SD kami hanya menerima siswa putri. Jadi, laki-lakinya termasuk minoritas secara keseluruhan.

Alhamdulillah. Meski baru singkat bertegur sapa, tapi suasana untuk ‘apa lagi yang bisa kita lakukan’ langsung terasa. Semangat untuk terus berbuat dan berbuat, yang saya banyak belajar darinya. Ketika saya menawarkan diri untuk bergabung lagi seperti dulu, meski bentuknya seperti apa saya sendiri belum tahu, disambutnya dengan ucapan,”Insya Allah tetap mewarisi semangat yang diwariskan SDM dulu”.

fahmi

Betul sekali hadits Nabi, “Jiwa-jiwa itu ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun, dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan”.
Jiwa-jiwa manusia akan berkumpul dalam satu frekwensi. Yang sukanya mabuk, akan kumpul dengan para pemabuk. Yang sukanya komentar, akan dipertemukan dengan para komentator. Yang suka berkelana, juga akan dipertemukan dengan sesama pengelana. Lalu merasa nyaman di sana. Ada daya kohesif yang sangat kuat. Tiap jiwa, membentuk ‘pasukan’ nya sendiri-sendiri.

Maka, saya merasa beruntung mengenal dan dapat berguru dengan seseorang yang mampu menularkan semangat berjuang. Meskipun mungkin orangnya malah merasa tak demikian. Kesempatan ini membuat saya kembali bersemangat untuk mengumpulkan kembali teman-teman SD, khususnya yang pernah tergabung dalam IKA SDM. Kalaulah jarak dan waktu menjadi salah satu kendala untuk bertemu secara langsung, sementara cukuplah grup whatsap menjadi sarana silaturahmi. Sambil menuangkan gagasan, dan melakukan amal nyata. Untuk SD kami khususnya, juga untuk dakwah pasa umumnya. Semoga, Bismillah.

*Mohon maaf mas fahmi kalau ini jadi bahan tulisan yaa 😀
**Tulisan pengingat jiwa untuk teman-teman SDM, baik yang perempuan maupun laki-laki, baik seangkatan atau adik/kakak kelas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 13, 2016 by in agama, masa kecil.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: