berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Emak (Tetap) Bahagia Meski Banyak Lemak

Bagi perempuan, bicara masalah berat badan dan lemak-lemak di sekujur badan, memang sangat sensitif. Apalagi bagi emak-emak,yang mungkin pernah mengalami masa kejayaaan jaman gadisnya dengan badan yang kutilang enak dipandang. Ah, giliran punya buntut kenapa jadi kayak karung beras #eh. Sampai-sampai, meme tentang ini pun sangat beragam. Ada pro kontra nya juga. Salah satunya ini yang kontra, mengingatkan agar jaga perasaan orang.

IMG-20160326-WA0017

Ada juga yang awalnya tampak menasehati, tapi ujungnya meledek, seperti ini:

lemak

Ada hal yang menarik saat saya berbincang dengan Hibban, bontot saya yang masih kelas 1 SD. Dia memiliki kebiasaan nguleng-nguleng, ndhusel-ndhusel ke lengan atau tangan saya. Apalagi kalau mulai mengantuk. Kebiasan itu sering saya hindari, agar tidak keterusan. Kadang saya minta untuk ndhusel-ndhusel ke ayahnya aja, dia menolak, “Nggak mau. Lengan ayah keras, nggak enak. Kalau lengan ibu enak, kenyel-kenyel. Kayak jelly”. Eits, sembarangan nih 😀

Meski rada keki dibilang kenyel-kenyel,tapi dari situ saya juga berpikir. Memang kodratnya perempuan (baca: emak) perlu memiliki lemak. Apalagi jika masih memiliki anak kecil. Kasihan anaknya nanti, jika tak menemukan tempat empuk saat digendong atau dipeluk. Berasa kejedot sana sini, kesakitan sejukur badan 😀

Makanya wajar, jika anak kecil merasa aman dalam dekapan emaknya. Empuk sih. Selain memang ada bonding di hati ibu-anak yang sudah lebih lama terbentuk. Nah kan sejak dalam rahim pun janin sudah tertutupi lemak. Tak terbayang janin yang masih lemah itu tak dilindungi oleh lemak. Bisa hancur terburai sebelum saatnya lahir, kejedot sana sini. Pernah melihat atau memegang langsung bayi yang baru lahir dari rahim? Licin bukan main, penuh lemak. Kalau tak hati-hati memegang, bisa mrucut, meluncur dari tangan. Lalu, setelah itu, emak yang memiliki bayi juga harus menyusui. Bayangkan jika tak ada lemak, kelenjar susu tak berkembang sebagai mana mestinya. Saat menyusui, emak juga cenderung makan dan makan lagi. Jika tidak, payudara mengempis, sediaan ASI nya pun kering kerontang. Bisa-bisa bayi mati kelaparan.

Jadi, nikmati saja lah, kalau emak-emak banyak lemak. Orientasinya adalah bagaimana agar tetap bisa sehat dan segar, untuk membersamai anak-anak hingga dewasa. Juga mendampingi suami dengan samara.
Tetapi ini juga bukan dalil supaya kita tampil semaunya. Tentunya kadar lemak juga ada batas maksimumnya. Jangan juga jadi seperti plesetan lagunya Noah, “Separuh Aku… Lemak!”

Intinya sih ingin bilang, wajar-wajar saja kalau seorang emak berubah bentuk badannya tak seperti jaman gadis atau jaman belum memiliki anak. Secara umum memang seperti itu adanya. Meski ada juga sih emak-emak yang tetap bisa makan suka-suka tapi berat badannya segitu-gitu aja. Yang begini, tampaknya perkecualian. Hanya sedekit orang. Teman saya yang model perkecualian begini, mendapatkan julukan, “Di perutnya piara 7 naga”. Jadi biar makan banyak, aman-aman saja berat tubuhnya. Emak-emak yang lain, umumnya harus mati-matian mengatur pola makan dan olahraga jika ingin berat badan ideal.

Mari jaga kesehatan kita, mari bahagia 🙂

 

 

 

Iklan

4 comments on “Emak (Tetap) Bahagia Meski Banyak Lemak

  1. turiscantik
    April 12, 2016

    Gemuk ngak apa asal sehat mak 🙂

  2. jampang
    April 12, 2016

    gemuk itu termasuk HAM 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 12, 2016 by in kesehatan, perempuan and tagged , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: