berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Mensyukuri Anugerah dengan Program Jumat Berkah

Sudah hampir sepuluh tahun saya memiliki warung kelontong nan sederhana di depan rumah. Warung yang mengalami beberapa kali ganti pengelola.

image

Awalnya, warung itu dimaksudkan untuk kegiatan 2 ART saya, selepas dari kerjaan sehari-hari. Daripada ngerumpi, ya lebih baik sambil berdagang. Sambil nambah penghasilan buat mereka. Modal natura dan non natura dari saya sepenuhnya. Petugas yang kulakan (membeli barang untuk dijual lagi) juga saya, biasanya dibantu suami jika pembeliannya sangat banyak. Hampir sepekan sekali saya kulakan, dan rasanya happy lah. Nah yang jaga warung ini mbak-mbak ART itu. Nanti profitnya tiap akhir bulan dibagi, fifty-fifty. Dengan demikian, saya merasa sedikit lega, karena bisa memberi lebih pada ART, tapi tak langsung merogoh kantong pribadi.

image

Lalu, yah namanya ART. Kadang ingin mutasi, ganti suasana, dsb. Warung pun berganti pengelola. Sempat tutup sebentar karena tiak ada lagi ART yang bisa diharapkan mengurus warung. Hingga akhirnya seperti saat ini, dengan sistem yang berbeda lagi. Karena saya mulai fokus pada pengelolaan daycare, tak sempat lagi mengontrol manajemen warung. Tapi untunglah ART yang sekarang ini (dan suaminya) justru bilang ingin berdagang, tapi gak ada tempat yang cukup strategis. Ya sudah, saya pinjamkan saja warung depan rumah itu untuk tempat dia berdagang. Kali ini modal murni dari dia, paling di awal-awal ada sedikit dana dari saya untuk menambah semarak isi warungnya. Semua profit tentunya untuk si mbak dan suaminya. Alhamdulillah, berjalan dengan apa adanya. Saya sendiri merasa terbantu saat mendadak butuh misalnya gula atau telur, juga kopi (hihi) tinggal ambil di warung dan bayar pas mbak nya ke rumah. Dia pun tampaknya juga menyediakan barang-barang yang biasanya saya beli di mart, atau kebutuhan daycare. Jadi ya saya juga mencoba membeli ke warung dulu. Saya senang nggak usah jauh-jauh keluar rumah, si mbaknya senang karena dapat untung jualan. Semoga simbiosis mutualisme yang menuai berkah.

Pada kurun dua pekan ini, tiba-tiba suami memiliki gagasan baru lagi. Melihat tetangga sekitar yang tak semuanya mampu, hati beliau terketuk. Kebetulan kami tinggal di komplek bagian paling pinggir, berbatasan langsung dengan kampung. Di sebelah kiri rumah saya malah terdapat rumah kontrakan petak, yang salah satu petaknya ditempati mbak ART saya dan suaminya itu. Kata suami, “Kita kadang sudah sedekah ke mana-mana, tapi lupa belum banyak berbuat untuk sekitar. Padahal ada hak mereka pada kita. Kita bikin program jumat berkah yuk”.
Lalu suami mengajak diskusi agak lama.

Begitu saya paham konsep dan teknisnya, Bismillah, langsung saja saya eksekusi program tersebut. Jadi, program jumat berkah ini menggunakan warung sebagai base camp. Programnya adalah menjual beras murah untuk kaum dhuafa, namun hanya dilakukan di hari jumat dan maksimal hanya bisa beli 3 liter saja setiap pekannya. Beras tersebut bisa murah karena harganya disubsidi, dengan patokan subsidi Rp 2000,00 untuk per liter beras. Besar subsidi itu juga angka kira-kira saja hasil rembugan saya dan suami. Untuk setiap jumat disiapkan 1 karung beras yang 60 kg. Nah, tugas mbak saya adalah membeli sekarung beras tersebut lalu menjualnya tiap jumat, juga mencatat keluarga siapa saja yang datang membeli, untuk bahan masukan buat kami. Saya memberi arahan supaya benar-benar keluarga yang membutuhkan yang dilayani dengan program spesial ini. Supaya program ini benar-benar tepat sasaran.

image

Saat dilaunching pertama kali pada Jumat 25 Maret yang lalu, terjual hanya ke 11 keluarga. Mungkin karena long wiken, orang banyak yang pergi ke luar kota hingga komplek kami pun sepi penghuni. Subsidi yang harus dikeluarkan tidak besar. Untuk 11 keluarga berarti ada 33 liter. Subsidi dari harga jual Rp 2000/liter dan subsidi untuk mbak ART yang capek melayani Rp 500/liter. Artinya, total ‘hanya’ keluar uang 2500×33 yaitu Rp 82.500. Tak sampai seratus ribu.

Pekan berikutnya, alhamdulillah meningkat ada 18 keluarga yang membeli beras. Beberapa tetangga yang sudah tahu program ini bahkan sudah memesan dari pagi kepada mbaknya untuk dibungkuskan. Jadi ada subsidi Rp 2500x18x3 atau Rp 135.000. Jika perkiraan sekarung 60 kg habis terjual (setara 67 liter) atau cukup untuk 22 keluarga, maka subsidi maksimal yang harus keluar adalah Rp 2500×67 atau Rp 167.500.

image

Pemikiran kami sederhana saja. Uang segitu jika digunakan untuk makan sekeluarga di luar, kadang malah nggak cukup. Tapi yang senang ya cuma sekeluarga ini. Nah dengan program jumat berkah jual beras murah ini, kami berharap akan banyak keluarga lain yang juga ikut merasa senang, ikut tersenyum, meski hanya sepekan sekali. Berharap, rezeki menjadi lebih berkah ketika banyak tangan dan mulut yang ikut menikmati.

image

Sengaja saya menulis ini, karena pada dasarnya gagasan ini sangat sederhana. Sangat bisa untuk di copi paste apa adanya di tempat lain, atau sekedar untuk menjadi ‘ilham’ dengan beberapa modifikasi sesuai sumber daya yang kita miliki. Yah kan nggak semua orang punya warung sembako. Tapi jika kita jeli, yakin saja, ada banyak jalan untuk berbagi pada sesama.

Besok hari jumat, saya mesti mengecek ke mbak untuk siap-siap 🙂

Iklan

9 comments on “Mensyukuri Anugerah dengan Program Jumat Berkah

  1. jampang
    April 7, 2016

    semoga tambah berkah warungnya. aamiin

    • muktiberbagi
      April 7, 2016

      Amiiiiin. Eh udah lama ga kelihatan

      • jampang
        April 7, 2016

        di tempat saya mah kelihatan terus, bu 😀

      • muktiberbagi
        April 7, 2016

        Hihi. Penempatan dimana sekarang?

      • jampang
        April 7, 2016

        masih di kantor pusat

  2. Rindang
    April 7, 2016

    Sangat menginspirasi mbak. Semoga programnya lancar terus dan manfaatnya tambah meluas.

  3. herva
    April 7, 2016

    Semoga berkah y mba ^^ salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 7, 2016 by in Curahan Hati and tagged , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: