berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Makan Daging Qurban Sendiri, Menghidupkan Sunnah

“Qurban ya qurban, masak diminta lagi dagingnya sama yg berqurban? Ih malu-maluin, itu balik gondok namanya, gak total qurbannya”

Begitukah? Sedang Rasul justru menganjurkan setiap keluarga yg berqurban mengambil sebagian daging qurban tersebut untuk dinikmati sendiri. Rasul biasa membagi daging qurban menjadi 3 bagian: 1/3 utk orang kaya/non muslim sebagai sarana silaturahmi, 1/3 utk sedekah pd fakir miskin, 1/3 lagi untuk keluarganya sendiri. Qorban, qoroba qorib yuqoribu, mendekatkan. Ini bukan zakat yang ketat alokasinya. Qurban, juga bisa menjadi sarana perekat, dengan yg tak beragama Islam sekalipun. Sebagaimana Rasul memberikan daging qurban pada tetangganya yg yahudi. Juga mendekatkan bonding dengan sesama anggota keluarga. Nyate bareng, nggulai bareng, dari daging qurbannya.

Jadi, bukan tabu mengambil sebagian daging qurban, justru itulah yg telah Rasul lakukan. Sekali- kali, sunnah ini perlu kita ikuti, terutama saat lokasi penyembelihan tak jauh dari rumah kita.

Menghidupkan sunnah, menyisakan paha kanan untuk disantap sekeluarga. Sebagaimana Rasul juga minta paha kanan dari hewan qurbannya.

image

Iklan

6 comments on “Makan Daging Qurban Sendiri, Menghidupkan Sunnah

  1. usagi
    September 26, 2015

    ternyata ada ilmunya ya mbak,, kalau ditempat ku biasanya dari masjid ngasih jatah buat yang kurban,,

  2. gustyanita pratiwi
    September 26, 2015

    Makasi, aku jd tw inti berkurban

  3. Heni Puspita
    September 26, 2015

    1/3 utk orang kaya/non muslim sebagai sarana silaturahmi, 1/3 utk sedekah pd fakir miskin, 1/3 lagi untuk keluarganya sendiri. >> masya Allah 😊

    Yanh berkurban memang suka sungkan Mak kalau mau minta kupon lebih dari 1. Jadi manut sama panitia aja. Bahkan pernah ga kebagian karena datang agak siang. Nggak disisakan apalagi diantar hehe. Konsekuensi menyerahkan penyembelihan ke pihak lain, ga leluasa mau menerapkan hal itu. Sebenarnya tergantung panitia ya. IMHO at least beri lebih dari 1 kupon untuk yg berkurban. Misalnya 3 atau 5. Maksudnya supaya bisa kasi anggota keluarganya yg tinggal di daerah lain. Atau untuk dimasak & dibagikan ke tetanga baik yang kaya/tidak mampu, Muslim/non Muslim. Selain untuj dinikmati keluarga di rumah.

  4. Lyn
    September 26, 2015

    Saya malah baru tahu, Mi kalau ada yg tidak mengambil (mengonsumsi) daging qurbannya sendiri. Sejak kecil di kampung dulu setiap menyaksikan pembagian hewan qurban, paha kanan selalu dipisahkan terlebih dahulu utk diberikan kepada masing-masing yang berqurban sampai tidak boleh tertukar antar pemilik paha kanan hewan qurbannya. Selain paha kanan baru dipotong-potong dan dibagikan ke warga sekampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 26, 2015 by in Curahan Hati and tagged , , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: