berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

The Power of Nggrundel ^_^

mbah

Seorang lelaki dewasa, di dalam mobilnya agak ‘nggerundel’ menunggu anak-anaknya yang dianggapnya kurang cekatan. Kebetulan anak-anaknya sedang di dalam rumah, preparing mau pergi. “Kok ya gak dari tadi siap-siapnya? Ini sudah lama di dalam, kok belum kelar juga?” …
Namun, begitu anak-anaknya datang, dengan wajah sumringah, lelaki itu bertanya, “Jadi kita mau jalan-jalan kemana nih?”

Seorang perempuan di sebelahnya, melihatnya takjub dan berpikir: Apakah ibu-ibu juga akan bertindak sama? Atau justru begitu anaknya datang langsung diberondong pertanyaan (tepatnya omelan) yang sudah dirasakan sejak sebelumnya? *merepet, istilahnya*

Berkaca pada lelaki tadi, begitulah barangkali, cara menahan amarah, tanpa membuat hati sendiri nyesek tidak menemukan saluran katarsis, tapi juga tidak membuat hati orang lain terluka. Nggerundel, ngedumel, tapi cukup sebentar dan ditujukan untuk diri sendiri 🙂

Lalu perempuan itu teringat masa kecilnya. Tentang neneknya, yang begitu mencintai sang kakek. Kadang, kakek meminta ini dan itu, yang membuat nenek menyiapkannya sambil nggerundel di belakang. Mungkin karena nenek merasa capek.Tapi, mata awas cucu kecil itu jelas menangkap, saat nenek menghantarkan apa yang diminta kakek, wajah nenek begitu cerah, dan dengan sopan dan penuh senyum berkata, “Punika pak, monggo”.

Jadi kesimpulannya apa? Kadang kita memerlukan katarsis ‘nggerundel’, justru untuk tetap merawat cinta pada sesama. Bukan mengomel di depannya yang bisa menimbulkan sakit hati bahkan perang kata, bukan pula menggunjing di belakangnya yang menyebabkan dosa. Tapi sekedar nggerundel, berbicara oleh dan untuk diri sendiri. Demi kestabilan emosi ❤

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 29, 2015 by in agama, inspirasi, keluarga and tagged , , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: