berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Doa & Perilaku Orangtua, Kunci Agar Anak Bahagia

IMG_20150625_044241 - Copy

Berlatih sholat subuh di masjid

Ketika kutanyakan pada para orang tua yang kini anak-anaknya menjadi penyejuk mata nan shalih/shalihah, akhlaknya mulia, pendidikan tinggi dan sering juara sejak muda, “Apakah kuncinya? Dengan kesibukan (beramal shalih) orang tua mereka yg luar biasa?”

Rerata mereka menjawab: kunci utamanya adalah DOA sepenuh harap pada-Nya, lalu rajin beribadah dan menjaga perilaku sendiri selaku orang tua dimana pun berada, agar berkah Allah turun, dan Dia tetap menjaga anak-anak kita, meskipun tak mampu orang tua sehari semalam mengawasinya.

Bukan berarti kita tak butuh teori parenting, agar pendidikan anak selalu berjalan seiring. Tapi tetaplah kunci utama, adalah doa dan perilaku kita sendiri, mengembalikan kehendak akan titipan-titipan tersebut kepada Pemilik Sejatinya.

Jadi, bagi orang tua, salah satu ‘rem pakem’ untuk kontrol perilaku diri, adalah demi kebahagiaan dan kemaslahatan anak-anak kita sendiri, sejak kita masih ada dan juga sepeninggalnya. Jangan sampai, gegara perilaku orang tua yang tak bisa diterima oleh syariat, maka Allah murka, berkah-Nya tak lagi ada, pun menimpa ke anak-anak kita.

Relakah kita berperilaku seenaknya, lalu nanti anak-anak kita itu yang menanggung akibatnya, menderita dan tidak bahagia hidupnya? Sholat misalnya, yang jelas-jelas menjadi kewajiban utama, ‘password’ bagi diterimanya amal-amal yang lain. Bagaimana logikanya, jika orang tua sholatnya masih belang bentong, tapi berharap kebahagiaan untuk anak-anaknya?

Atau nafkah dari yang haram, misalnya. Bagaimana kita berharap anak-anak kita tumbuh sehat secara fisik (dan terutama psikis), jika dalam darahnya mengalir makanan yag diperoleh dari duit haram, terbentuk menjadi daging dan otot yang sulit membawa pemiliknya meniti jalan kebenaran.

Pun zina, misalnya. yang jelas-jelas dosa besar. dan Imam Al-Syafii pun menangis saat membahasnya, terutama berkaitan dengan keberkahan yang hilang bagi anak turunnya. Beliau berkata, “Karena ketahuilah oleh kalian. sesungguhnya zina adalah hutang. dan salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!”
Kebahagiaan anak dipertaruhkan, oleh kesembronoan perilaku orang tua. RELAKAH KITA?
Mari menghitung diri, mari memperbaiki diri, demi mereka.

Iklan

4 comments on “Doa & Perilaku Orangtua, Kunci Agar Anak Bahagia

  1. Ila Rizky
    Agustus 29, 2015

    Serem juga ya, kalo ketidakberkahan menurun pada anak. Ortu harus bisa kontrol diri agar keturunannya berkah.

    • muktiberbagi
      Agustus 29, 2015

      Iya. Makanya perlu terus mawas diri sbg ortu. Bismillah..

  2. Vixalexa
    Maret 8, 2016

    Infonya bagus, makasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 28, 2015 by in agama, inspirasi, keluarga and tagged , , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: