berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

123 Mari Samara

pasutri

#‎catatan‬ samara 1
Rugilah suami yang nggak pernah bantu-bantu istri nyupir (nyuci piring), nyuapin makan anak, ganti popok, nyiram tanaman, ngucek baju penuh ompol, dll.
Karena samara tak hanya akan mekar di kamar. Tapi dia tumbuh dengan lembut di setiap sudut rumah, juga halamannya, jika mau memanfaatkannya.
*Dari nyupir turun ke hati
Dari ompol makin cinta istri 😛
Dari cinta berbalas cinta
… dan istri yg penuh cinta, akan rela melakukan apa saja untuk suami 😉

‪#‎catatan‬ samara 2
Rugilah istri yang tak mau mengimbangi obrolan suami, menikmati tontonan hobi atau olahraga khas laki-laki, membaca buku dengan tema yang sama sekali bukan bidangnya tetapi sangat diminati suami, menimpali kelakar dengan joke-joke pria dewasa, dll.
Kemesraan tak hanya dari urusan perut dan kamar saja, tapi juga melalui meja diskusi, games, dan sisi2 maskulinitas, tanpa kita harus menjadi laki-laki.
Kadang, perselingkuhan terjadi bukan karena faktor fisik. Tetapi tidak menemukan ‘teman spesial’ yg nyambung & hangat untuk ngobrol dan hang out.
Samara, saling mengisi, saling memahami. Mari 🙂

‪#‎catatan‬ samara 3
Ruginya suami istri kalau tak bisa menyesuaikan diri dengan era nya anak-anak. Samara tak hanya tercipta dari interelasi suami-istri tapi juga anak-anak yang menyejukkan hati. Tapi sebagai muslim, perubahan jaman tetap harus disikapi dengan rambu-rambu syar’i. Tak sedikit keluarga broken home karena ulah anak yang menyesakkan dada.
Kalau anak-anak pinter gadget & multimedia, ayah ibu juga harus mau belajar menguasainya.
Kalau anak-anak mulai rajin menghafal Quran, ayah ibu juga harus rajin menghafalnya.
Kalau anak laki mulai suka futsal, ayah perlu mendampinginya main.
Kalau anak-anak tidur….
Kalau anak-anak pengin pakai rok mini…., hah?
*He… jangan bingung 🙂

Iklan

One comment on “123 Mari Samara

  1. Miftah
    September 3, 2015

    Samara, sakinah, mawardah, warrohmah. Apalagi di tambah As-sakinah, ketenangan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 28, 2015 by in inspirasi, keluarga, samara and tagged , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: