berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Lelaki dan Masjid

image

Seorang lelaki muslim, tak selayaknya sholat wajib di rumah saja, jika tidak ada udzur syar’i yg mengenainya. Tak tepat jika keluarga samara digambarkan sekeluarga berjamaah sholat wajib diimami sang ayah di rumah, karena tempat berjamaah yg paling baik bagi para lelaki kita adalah di masjid.

Lelaki itu, sudah 4 hari ini sholat wajib di rumah saja. Kebetulan cuti kerja masih memungkinkannya. Tersebab, sementara waktu ia hanya mampu sholat dengan duduk di kursi. Hanya jumatan siang itu, dia memaksakan diri ke masjid. Diantar tetangga naik motor, membawa kursi baso utk mampu bertahan duduk lama.

Namun, tampaknya kerinduannya pada masjid sudah memuncak senja ini. Dibelilah kursi lipat (seperti yg sering digunakan di masjid haram), dan bergabung jamaah maghrib dgn menenteng kursi. Ketemu para tetangga, eh malah ada yg mengira terkena stroke 😀

Aku bangga padamu, lelaki yg hatinya selalu tertaut pada masjid. Insya Allah kau adalah imam terbaik untuk keluargamu, menjadi keluarga masjid: yg sarat dengan ibadah, dan belajar sepanjang hayah. Semoga kita semua tetap disatukan hingga di jannah

Semoga cepat pulih seperti sediakala. Syafakallah ya zaujiy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 30, 2015 by in Curahan Hati and tagged , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: