berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Semangat Memperbaiki, Setia Mendampingi

image

Kita tahu hanger. Gantungan baju plastik atau kawat yg selusinnya gak sampai limapuluh ribu. Tapi beberapa hanger yang ada di rumah mbah ini sangat mencuri perhatian saya. Masih terdapat hanger kayu jadul yang texturnya mlengkuk ada sentuhan seni. Entah iru hanger sudah berapa generasi. Jangan2 sejak suami saya belum lahir.

Dan, ada pula hanger plastik yang beberapa lebaran yg lalu saya beli. Hanger yg dr sisi daya tahan gampang rapuh. Namun, hanger2 tadi ternyata tak lantas dibuang. Meski harganya tak seberapa untuk beli lagi yang baru. Ada tangan2 terampil yang menyambungnya kembali dengan tali rafia. Dibedong, dan kadang dibantu kayu tipis sebagai penyangga. Mirip orang yang patah tulang. Dan sebenarnya banyak benda2 lain di rumah mbah (mertua maupun orangtua) yg masih bertahan dengan gaya P3K bedongan begini. Gayung, payung, panci, hingga sandal jepit.

Lalu apa kira2 yg saya pikirkan. Bukan tentang sayang mengeluarkan uang untuk beli lagi, tapi tentang kesetiaan pada apa yang sekian lama sudah mendampingi. Menyayangi, hingga saat benda tersebut rapuh tertimpa kecekaan harus robek atau patah tulang tak lantas dibuang. Juga semangat untuk tetap memperbaiki apa yang masih bisa dimanfaatkan. Tak habis manis sepah dibuang. Hanya dari hanger rompal begini, kita bisa memelajari karakter seseorang. Insya Allah dia orang yang penyayang, sabar, setia mendampingi, dan memaklumi kekurangan. Sama halnya kita melihat, para petani umumnya adalah manusia penyabar. Bagaimana tak sabar, harus menunggu panen berbulan2 sejak membajak sawah, menabur benih, dst. Belum jika ada ancaman hama. Sama halnya nelayan, yang umnya adalah manusia2 berani nan tangguh. Bagaimana tak tangguh, melaut dengam ancaman ombak nan garang, dan nyawa siap2 kapanpun melayang.

Lihatlah. Ada juga hanger biru dan kuning yang dijadikan satu, karena patah di tempat hal yang berbeda. Dari situ kita belajar, bahwa dengan tiap kekurangan yang kita miliki, kita masih bisa saling melengkapi. Sedang tiap kita memiliki kekurangan, namun bukan berarti kita tak mampu untuk saling bersinergi. Nampaknya sederhana ya, tapi ternyata mampu memberi arti 🙂

*merenung sambil njemur baju di rumah mbah, tadi pagi*
Besole, 23 juli 2015. Menjelang balik jakarta.

Iklan

2 comments on “Semangat Memperbaiki, Setia Mendampingi

  1. wapenk
    Juli 23, 2015

    Gemi ngastiti ati ati… gitu kali ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 23, 2015 by in Neguneg and tagged , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: