berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Zuhud, dan Kita

Zuhud. Itu soal penyikapan, berlaku bagi orang yang kaya raya, lalu memilih tampil dan mengambil seperlunya. Meskipun sebenarnya mampu lebih dari itu. Bentuk kesyukurannya adalah mengambil seperlunya saja dan memberikan sisanya pada orang lain yang lebih membutuhkan.zuhud

Kalau memang tampil seperlunya karena memang mampunya begitu, bukan zuhud namanya. Bisa jadi miskin, atau mungkin yang lebih parah: fakir. Dan keduanya tergolong ashnaf yang berhak mendapatkan zakat.

Zuhud. Melingkupi banyak aspek, termasuk dalam urusan sandang dan pangan. Bagi perempuan, itu sungguh bagian dari godaan. Berapa stel baju/sepatu/kerudung yang dimiliki? Berapa yang benar2 sering terpakai? Budaya yang nonIslami memperkenalkan kita pada pakaian khusus: ke pesta, ke upacara, ke kantor, atau sekedar jalan-jalan. Belum jika dikaitkan dengan musim, dan even tertentu. Padahal ada jenis baju yang fleksibel dan pantas dipakai pada beberapa acara sekaligus. Pun dengan makanan, perempuan yang paling hobi berlomba wisata kuliner kesana kemari, termasuk eksperimen makanan ini dan itu, yang pada akhirnya juga belum tentu habis dimakan.
Bagi laki2, kendaraan dan teknologi. Berapa kali pengin gonta-ganti jenis mobil, motor, atau gadget? Apakah benar-benar karena rusak dan faktor kebutuhan?

Sementara di pojok sana, ada sekeluarga sederhana, memesan jenis beras yang baik, dengan alasan, “Kalau berasnya enak, kan makan dengan garam saja sudah cukup. Uangnya tak cukup untuk beli lauk”.
Sementara di ujung sana, ada keluarga yang anak2 dan bapaknya berjalan berkilo-kilo meter jauhnya untuk ke sekolah atau tempat kerja, karena bahkan sepeda butut pun mereka tak punya.

Robbana….Kita ada dimana? Termasuk yang mengambil seperlunya, atau justu bermegah-megah harta?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 20, 2015 by in agama, inspirasi and tagged , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: