berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Baitul Hamdi, Rumah Pujian di Surga

IMG_20140805_190441

Abu Sinan sedang memakamkan anaknya. Saat ia berada di liang lahat, tangannya ditarik oleh Abu Thalhah al-Khaulani. Abu Sinan ditarik hingga keluar dari liang lahat.
“Maukah kusampaikan kabar gembira kepadamu?” tanya Abu Thalhah al-Khaulani bersemangat, menghibur sahabatnya.
“Mau,” jawab Abu Sinan dengan antusias.
“Adh-Dhahhak bin Abdurrahman bin Arzab telah menyampaikan kabar kepadaku dari Abu Musa,” terangnya semakin bersemangat, kemudian dia menyampaikan salah satu sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
“Allah Ta’ala berfirman,” sabda Nabi menjelaskan, “Hai malaikat maut, apakah kau sudah mencabut nyawa anak hamba-Ku? Apakah engkau mencabut nyawa anak kesayangan dan buah hatinya?”
Malaikat Maut pun menjawab, “Ya.” Mahasuci Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui.
“Lalu,” firman-Nya selanjutnya, “Apa yang diucapkannya?”
“Ia,” jawab malaikat, “Memuji-Mu dan mengucapkan kalimat Istirja’ (Inna lillahi wa inna ilahi raaji’un-Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali).”
Maka Allah Ta’ala pun berfirman kepada para malaikat, “Buatkan untuknya sebuah rumah di surga. Namailah rumah itu dengan Baitul Hamdi (Rumah Pujian).”
Baitul Hamdi. Rumah Pujian. Begitu indah terdengar di telinga. Berdebar-debar rasanya berharap menjadi salah satu penghuninya.
Sekaligus, mau tak mau, juga mengingatkan pada ananda yang telah berpulang lebih dulu. Membuat hati membiru…

Baitul hamdi, Sungguh indah janji-Nya. Tentu dengan beberapa syarat, termasuk diantaranya kesabaran, ketabahan… saat buah hati berpulang. Setiap kehilangan anggota keluarga, baik ayah, ibu, kakak, adik, atau anak… tentu meninggalkan luka. Dan luka itu menjadi begitu dalam, jika seorang ibu kehilangan anaknya. Karena, bagaimanapun… darah, denyut jantung dan tulang anak-ibu itu pernah bersatu beberapa lama, dalam satu tubuh. Denyut jantungnya, tendangan kecilnya… terdengar dan terasa di rahim dari waktu ke waktu, hingga ia dilahirkan.
Maka, jika mampu bersabar, sungguh indah janji-Nya.

Baitul hamdi, sekaligus sarana instropeksi bagi orangtua yang telah kehilangan anaknya. Mampukah bersabar atas taqdir-Nya, atau justru banyak mengeluh dan menghujat? Sudahkah menabung amal shalih dan menghindari maksiat sejauh mungkin, hingga layak membersamai ananda, di Baitul Hamdi-Nya?
Astaghfirullah….

PS: jazakallahu untuk om pirman atas pengingatnya di http://kisahikmah.com/buatkan-untuk-orang-ini-rumah-khusus-di-surga/

Iklan

3 comments on “Baitul Hamdi, Rumah Pujian di Surga

  1. nur islah
    Maret 19, 2015

    nice share ummi

  2. Mery Merida
    Maret 20, 2015

    mengharukan ummi, thx infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 19, 2015 by in inspirasi, keluarga and tagged , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: