berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Jika Rindu Menyapa, dari Alam Sana

Ini tentang fakta, mimpi saat saya tidur. Mimpi biasa sebetulnya. Tapi entah kenapa, mimpi kali ini selalu membayang-bayang, hingga sore harinya. Kondisi itu, saya lukiskan dalam suatu status, sore kemarin:

bapak dan cucu

Mimpi menjelang fajar tadi, masih terbayang2 di pelupuk mata. Kehadiran orang2 terkasih ke rumah ini, seperti nyata.
Ada lelaki tua dengan tongkat kayu yang menuntunnya berjalan pelan, setelah kecelakaan cukup parah dulu, mengajak saya bercengkerama. Lama. Mesra. Lelaki dengan rambut bergelombang, dengan wajah yang selalu tersenyum. Dialah bapak saya, almarhum.
Ada gadis lincah rambut bergelombang, yang tiba-tiba minta gendong dan duduk di pangkuan saya. Wajahnya juga selalu tersenyum. Tapi hari itu dia agak demam. Dia berkata, “Aku mau sama ibu aja”. Dialah Fahrin, bidadari kecilku yang juga telah tiada.
Alhamdulillah, mimpi yang indah.
Mereka berdua, the smiling faces. Mereka juga meninggalkanku dalam waktu yg berurutan dan berdekatan, tak sampai setahun. Dan aku berharap, mereka tetap selalu tersenyum di sana. Pun berharap, masih setia menungguku, hingga saat itu tiba, untuk menuntaskan rindu, di jannah-Nya.
Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayaani soghiiro.
Rabbana hablana min azwaajina wa dzurriyatina qurrota a’yun. waj’alna lil muttaqiina imaama.

Sebenarnya, tak hanya sekali saya bermimpi tentang orang yang sudah tiada, terutama tentang ananda Fahrin. Cukup sering malah kalau memimpikan Fahrin. Tapi waktu itu saya hanya menganggap, mungkin saya yang masih sangat kangen, sehingga sering terbawa-bawa dalam mimpi.

Namun, mimpi kemarin itu, membawa saya pada pengetahuan baru, tentang tafsirul manam, tafsir mimpi. Diawali dari komentar salah seorang sahabat, yang mengatakan, “Mungkin mereka sedang kangen juga dengan ibu. Kan frekwensinya orang mati sama dengan frekwensi orang tidur”.

Setelah itu, saya bersengaja bertanya dengan salah seorang ustadz yang mendalami soal tafsirul manam. Dan, inilah beberapa poin jawaban beliau. Sengaja saya buat catatan biar saya nggak lupa.

  • Orang yang meninggal itu, tidak benar putus komunikasi dengan orang- yang masih hidup. Dia bisa berkunjung ke alam mimpi keluarga di dunianya. Mimpi ketemu orang yg sudah meninggal itu biasanya memang ruh mereka yang berkunjung ke kita.

  • Sebaiknya kita berkunjung ke pusaranya di malam jumat atau hari jumat atau malam sabtu. Karena saat itu, mereka diizinkan melihat siapa yang berkunjung di atas pusaranya. Begitu sebuah keterangan disebutkan dalam kitab ahwal kubur wa ahwal ahluha ilnnusur, imam ibnu rajab. Seperti seorang yang melihat ke ikan-ikan yang berenang dalam air kolam yang bening.

Masha Allah, sampai disitu mendadak mata saya berkaca-kaca. Jadi, mereka sedang kangen dengan saya? Tentu bukan hanya mereka yang kangen dengan saya, saya pun sangat kangen dengan mereka.

Alam kubur itu dunia baru, kampung baru pemukiman baru. Ada yang hidup mewah, ada yang hidup sengsara. Yang lebih elit itu kampung para syuhada, mereka bahkan diberi izin untuk mengetahui siapa-siapa syuhada baru yang akan jadi penghuni baru, dan mereka boleh mendoakan syuhada-syuhada baru yang menunggu antrian. Sedang penghuni barzakh biasa tidak bisa berdoa. Mereka diizinkan berkunjung dalam mimpi-mimpi malam dari keluarga dunianya.

Pada titik ini saya mulai sedikit paham. Sungguh mulia para syuhada. Dan sungguh saya baru tahu kalau ruh di alam barzakh memiliki hak untuk berkunjung ke alam mimpi kita.

Bahkan ada cara agar kita sering bermimpi ketemu mereka. Kita membuka jendela agar mereka lebih mudah masuk ke mimpi kita. Bukan jendela kamar, tapi jendela ruhiyah. Dengan adab tidur seperti Rasul. Wudhu, membaca ayat qursyi , Al-ikhlas muawidzatain. Doa khusus untuk mereka, doa agar bisa bertemu dalam mimpi. Lalu silahkan tidur. Dan hal itu akan lebih kuat jika kita usai ziarah ke kuburnya atau sedekah atas nama mereka.

Lalu saya bertanya tentang ananda yang agak demam. Menurut pemahaman saya, mengapa dia demam? Bukankah dia anak kecil yang putih suci dan belum dihitung dosanya? Jawabannya begini.

  • Mimpi itu harus selalu di takwilkan positif. Demamnya ananda almarhumah, bisa isyarat demam rindu yang terlampau hebat, pada ibunya. Bukan karena dosanya yang belum berdosa.

Sampai di titik ini wajah saya mendadak terasa hangat, dan mata menyungai tanpa mampu saya bendung. Masha Allah nduk…, tentu ibu pun sangat rindu juga padamu.

  • Kalau hari jumat kita ziarah, dari dalam kubur itu mereka melihat fisik kita. Jangan bayangkan kaku jasadnya. Karena bukan jasad lagi mereka. Bayangkan senyum sehatnya. Ceria berlari-larinya…karena mereka sudah tak sakit lagi.

Sebetulnya itu yang sudah saya lakukan. Tapi justru bayangan tentang keceriaan gadis kecil itu yang kemudian malah terus menari-nari di pelupuk mata, usai ziarah. Sehingga kadang-kadang saya ‘feel down’ untuk ziarah langsung ke kuburnya.

  • Kadang mereka yang kasihan pada kita. Melihat kita masih kesamber-samber dosa, yang mereka tahu sudah akibatnya. Makanya jangan heran jika di mimpi kita, orang yang sudah meninggal itu ada yang suka datang memberikan nasihat, jangan ini jangan itu. Mereka yang kasihan dengan kita, bukan kita yang kasihan dengan mereka.
  • Makanya ada hadits masyhur dalam bab ulumul quran,. Barang siapa hafal surah al insyiqaq dan attakwir, ruh mereka diizinkan melihat dahsyatnya bencana kiamat qubra. Sedangkan mereka sudah jadi ruh di alam barzakh. Karena setiap malam jumat, hari jumat, dan malam sabtu ruh diizinkan rehat di pusaranya untuk melihat apa yang terjadi diatas kuburnya. Dan kiamat kubra terjadi di hari jumat.
  • Kalau kita sering mencermati mimpi kita, dengan kejadian yang terjadi setelah mimpi, lama-lama kita bisa punya firasat akan terjadi apa di kemudian. (Hanya firasat, yang baru bisa dibuktikan setelah kejadian_red).

Mendadak saya teringat salah satu bulik saya, yang sepanjang pengamatan saya,memiliki jendela ruhiyah yang sangat kuat. Karena ibadah yaumiyahnya yang terjaga. Banyak hal yang sering dimimpikan bullik saya itu, dan baru paham setelah kejadian. Termasuk pertemuan dengan calon keluarga besan, yang wajah dan fotonya belum pernah dilihatnya Dalam mimpinya, dia melihat beberapa laki-laki sepuh yang sama sekali tidak ia kebal. Saat taaruf keluarga, baru bulik kaget, karena para lelaki sepuh itu adalah para pakdhe calon mantunya.

Tanya jawab itu membawa saya untuk mencari sendiri dalil yang lebih jelas, dan inilah yang saya dapatkan:

—Terdapat riwayat yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa mayat bisa mendengar suara sandal (sepatu) orang-orang yang mengantarnya ketika mereka meninggalkan (kuburan)nya.

Imam Al Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kaum salaf telah bersepakat atas hal ini. Atsar dari mereka sudah mutawatir bahwa mayit mengetahui jika ada orang yang menziarahinya dan merasa bahagia dengan ziarah tersebut”.
Ibnul Qayyim menukil perkataan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu dalam menafsirkan firman Allah: “Allah memegang jiwa (roh seseorang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (seseorang) yang belum mati di waktu tidurnya ; maka Ia tahan jiwa (roh orang) yang telah ia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan lagi jiwa (roh) yang lain sampai waktu yang ditentukan”. [Az-Zumar 42].

Ibnu Abbas menerangkan bahwa “Telah sampai kepadaku bahwasanya roh orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati bisa bertemu di dalam tidur (mimpi-red) kemudian mereka saling bertanya, lalu Allah menahan roh orang yang sudah mati dan mengembalikan roh orang yang masih hidup ke jasadnya.”

Kemudian Ibnul Qayyim berkata, “Sungguh pertemuan antara roh orang-orang yang masih hidup dengan roh orang-orang yang sudah meninggal menunjukkan bahwa orang yang masih hidup bisa melihat orang yang sudah meninggal dalam mimpinya dan menanyainya hingga orang yang sudah mati menceritakan apa yang tidak diketahui oleh yang masih hidup. Atas dasar inilah terkadang berita orang yang hidup (tentang keadaan orang yang sudah mati) bisa pas sesuai dengan kenyataan.”

Demikianlah yang dipegang oleh Salafus Shalih, yaitu roh orang-orang yang sudah mati tetap ada dan bisa mendengar sampai waktu yang dikehendaki Allah. Tetapi tidak benar, kalau roh-roh itu bisa berhubungan dengan orang-orang yang masih hidup selain dalam mimpi—-

Selanjutya, ustadz tersebut menjelaskan:
Jadi mimpi yang semacam ini bisa diusahakan dan dipelajari. Malaikat itu bisa dipancing mendekat dengan kejujuran, dan tilawah Quran. Setan itu datang tanpa diundang apalagi kalau dipancing dengan maksiat, Sedang ruh ruh alam barzakh itu bisa datang ke mimpi kita jika kita sering melakukan kebaikan atas namanya.

Pertanyaan saya mulai menukik. Jika ruh di alam barzakh bisa mendatangi kita lewat mimpi asalkan kita memiliki jendela ruhiyah, apakah kondisinya bisa dibalik? Kita yang masih hidup mampu melihat mereka? Jawabannya sangat menarik.

  • Sangat banyak riwayat salafu shalih yang seperti itu. Bahkan diberi izin mengintip perkampungan barzakh. Tentu penyembah kuburan syeikh, perlu dibedakan dengan dengan peziarah kubur biasa. Penyembah kuburan jelas syirik. Sedang Nabi pernah berdialog dengan para arwah pembesar quraisy termasuk Syaibah bin Rabiah, si donatur kemusyrikan, yang dimasukkan dalam sumur badar.Hal tersebut diprotes oleh Umar, namun Nabi Saw malah memperkuat alasannya beliau berdialog.
  • Jadi, tentang berbicara pada arwah itu, jika Nabi Saw ada qoul khusus melarang berdialog umatnya, berarti dalil (kisah diatas) itu khusus bagi beliau. Namun jika tidak ada larangan dari Nabi, kita tidak boleh mengkhususkan sesuatu yang umum.

Hasil dari pencarian saya, selengkapnya kisah tentang ini adalah sebagai berikut.

— Ada riwayat yang shahih, bahwa pada perang Badar, Nabi Saw memerintahkan untuk mengurus 24 orang bangkai pemuka Quraisy. Mereka dilemparkan kedalam sebuah sumur yang ada di Badar. Saat beliau sudah mengalahkan kaum musyrikin quraisy, beliau menyempatkan tinggal sejenak di tanah Badar yang menjadi lengang selama 3 malam. Pada hari yang ketiga, beliau memerintahkan untuk mempersiapkan binatang tunggangannya, lalu dipasang dan dikuatkanlah pelananya. Kemudian beliau berjalan diiringi oleh para sahabatnya. Para sahabat berkata, “Kami tidak melihat beliau beranjak kecuali dengan maksud memenuhi sebagian kebutuhannya. Sampai akhirnya beliau berdiri di sisi bibir sumur, kemudian beliau memanggil bangkai-bangkai pembesar kafir Quraisy (yang terkubur di dalam sumur) tersebut dengan menyebutkan nama-nama mereka dan nama bapak-bapak mereka, “Wahai Fulan bin fulan, Wahai Fulan bin fulan. Bukankah kalian akan senang jika kalian mentaati Allah dan rasulNya? Sesungguhnya kami benar-benar telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rabb kami. Bukankah kalian juga telah benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian?”
Umar berkata, “Wahai Rasulullah kenapa anda berbicara dengan jasad-jasad yang tidak memiliki roh?” Rasulullah Saw menjawab, “Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, kalian tidak lebih baik pendengarannya terhadap apa yang aku katakan dibanding mereka, hanya saja mereka tidak mampu menjawab” [HR. Bukhari, Kitab al-Maghazi, no.3976. Fathul Bari VII/300-301].

Penjelasan yang panjang itu membuat saya terhenyak, terpukau, dan nanar dengan mata berkaca. Terpacu diri ini untuk menguatkan jendela ruhiyah diri, melalui amal shalih dan ibadah keseharian, agar dapat menjumpai orang-orang yang dikasihi, saling bersua menuntas rindu, meski hanya dalam mimpi.

Mari, tingkatkan dan kuatkan jendela ruhiyah kita 🙂

RUJUKAN:
Tafsir Mimpi, Ibnu Sirrin, GIP
Syaikh Abdullah bn Bazz, Seputar Ilmu Memanggil Arwah, http://www.almanhaj.or.id

Iklan

40 comments on “Jika Rindu Menyapa, dari Alam Sana

  1. Mak.. aku pun belakangan ini sering mimpiin almarhum ibu. Beliau sering datang di mimpiku. Terakhir dalam mimpiku beliau hendak dibawa ke kubur, semua orang menangis, aku pun sambil minta maaf sedalam-dalamnya pada beliau. Anehnya dia bangkit seakan masih hidup dan menepuk-nepuk kepalaku tanpa berkata apa-apa lalu kemudian berbaring kaku kembali.

    Tidak tahu arti mimpinya apa, semoga beliau baik-baik saja..

  2. riana
    Februari 27, 2015

    Alfatihah untuk ayahanda dan ananda ya Mak… terima kasih banyak atas sharingnya yang sangat bermanfaat.. salam kenal.. 🙂

    • muktiberbagi
      Februari 27, 2015

      Terima kasih mak untuk supportnya. Salam kenal juga.

  3. echaimutenan
    Februari 27, 2015

    alfatihah kala rindu menyapa… :”)
    semangat mak

  4. Ping-balik: Lagi, Tentang Mimpi | berbagi cinta & makna

  5. Arie
    Oktober 17, 2016

    Assalamulaikum Bu Mukti, terimakasih atas tulisannya, dan semoga beliau berdua diberikan ampunan oleh Allah SWT.

  6. jellyfiesh69
    Desember 6, 2016

    Alfatehah buat alm . Bapak dan putri tercinta …
    Saya juga barusan kelihangan anak saya ,, tgl 19 okt 2016 .
    Putri saya Fazannisa Syauqina effendi ,, berpulang duluan diumurnya yang baru 2Th 4Bulan 3Hari .
    Saya salut dengan ibu ,,kalau sekarang ini saya masih proses . proses bisa menerima semua ini .. insya Allah saya ikhlas .tiap saya ketemu di mimpi . saya beneer2 senang sekali . tidak lupa suami saya tiap kamis berkunjubg kepusara anak saya bu semoga kita kelak bisa bertemu dengan anak2 kita yang sudah mendahului kita diSurgaNYA .. amin amin ya robbal alamin … s

    • muktiberbagi
      Desember 6, 2016

      alhamdulillah bu jika kita bisa saling menguatkan. Semangat buu

  7. Maya
    Desember 11, 2016

    Saya masih proses menguatkan diri. Awal nov kmrn anak pertama saya prematur 5 bulan, dan sudah tiada. Seakan tiada semangat hidup lagi.. Selalu menangis saat sendirian dan merasa rindu. Semoga sy bisa kuat ya Bu.. Terima kasih tulisannya inspiratif..

  8. Aan
    Januari 8, 2017

    Sudah 3 tahun saya ditinggal alm. adik Gusnan pada waktu wafat berusia 27 tahun. Gusnan sosok istimewa sebab dia penyandang down syndrom. Sampai wafat masih seperti bayi, tidak bisa bicara, tidak bisa berdiri/jalan, makan minum pakai dot bayi. Kedekatan kami tidak sekedar adik kakak tapi lebih dari itu sebab lama saya merawat dia selayaknya anak/bayi sendiri.Saya sudah menikah lama tapi belum punya anak jadi selama ini adik seperti anakku. Sepeninggal adik sebagian rasa hati tertinggal dimasa adik masih hidup & sebagian lagi melangkah ke masa depan. Rasa rindu & kehilangan yang dalam masih ada sampai saat ini. Yang jadi pertanyaan saya apakah perasaan tersebut wajar?

    • muktiberbagi
      Januari 12, 2017

      Insya Allah masih wajar kok. Itu krn saking dekatnya

  9. Firda
    Januari 20, 2017

    izin share

  10. nadia
    Januari 24, 2017

    Saya baru kehilangan anak prtma bbrp mggu lalu blm genap 1 bln rasa nya dunia srasa hancur semua..
    pdhl ada ank kdua dan suami tp ttp rasanya hancur lebur tdk berkeping ya allah ga kuat sy hny brpkir kpn sy jg akan d jemput oleh malaikat maut..
    stiap hr sy dg anak2 saya krn ank sy tdk pergi dg cr sakit krn sgt mendadak beda crita nya jk sdh sakit dl mgkn kita jg akan siap sblmnya tp ini tdk..
    dan stiap sy bangun pagi hr sy kok ngerasa ky org bingung sy br sadar ank sy sdh tdk ada..
    stiap mau tidur sy pasti susah tdur smp sy kdg baca yasin dl sblm tdur..
    rasanys betul2 ini spti mimpi antara kenyataaan atau ini hanya mimpi..
    nadia

    • Anna Susiawaty
      Februari 17, 2017

      Mbak bisakah saya minta no wa nya untk sharing dan saling menguatkan ? Terima kasih

    • Anna Susiawaty
      Februari 18, 2017

      Mb Nadia saya apa bisa minta no wa nya untk sharing dan saling menguatkan menjalani cobaan Alloh ini..terima kasih

  11. Reni era
    Januari 25, 2017

    Assalamualaikum kak’ saya juga baru saja kehilangan sahabat maaf saya mau tanya apakah akan sampai pahala nya jika kita sodakhoh atas nama almarhum? Dan apa saja yg bisa kita lakuin untuk alm. Selain mendoakan nya? Terimakasih sebelum nya postingan kakak ini menenangkan kita yg baru kehilangan orang yg kami sayang,

    • Reni era
      Januari 25, 2017

      Oiya kak maaf tanya lagi waktu untuk berziarah ke makam sebaiknya malam jum’at , jum’at atau mlm sabtu., apakah kamis sore sesudah ashar itu sudah termasuk malam jum’at? Terimakasih atas penjelasan nya kak’

      • muktiberbagi
        Februari 16, 2017

        Sebetulmya malam apa aja bisa. Tapi kalau bisa hr jumat lbh baik

    • muktiberbagi
      Februari 16, 2017

      Insya Allah sampai. Apalagi jika itu dr anaknya langsung.

      • Reni era
        Februari 21, 2017

        Terima kasih kak penjelasan nya,. Semoga kakak panjang umur dan sehat selalu dalam lindungan Alloh,. Aamiin

      • muktiberbagi
        Februari 21, 2017

        Aamiin

      • Reni era
        Maret 11, 2017

        Assalamualai’kum kak’ maaf mau tnya lagi,. saya cerita lalu itu kan yg meninggal sahabat ku kak,. Meninggal karena kecelakaan,. Apa boleh hukum nya dlam islam kita datang ke lokasi meninggal nya untuk berdoa disitu? Sampai sekarang sudah 100hri nya kami masih merasa rindu kehadiran nya,.

      • muktiberbagi
        Maret 20, 2017

        Kalau masalah boleh nggaknua sih boleh aja. Tp doa dimanapuj sejatinya sama aja. Lbh bagus jika di kuburannya supaya kita jg bisa dzikrul maut

      • Reni era
        Maret 21, 2017

        Terima kasih kak’ .,

  12. Inayanti
    Februari 5, 2017

    Assalamualaikum, baru 3 bulan saya ditinggal oleh kerabat dekat. Dia meninggal akibat penyakit gagal ginjal, waktu dia msh sehat saya sgt dekat dengannya.. Sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri. Saat dia 10bulan jatuh sakit parah lalu sebelum dia meninggal dia sering meminta saya untuk menjenguk ke rumahnya. Sekarang sudah 5x saya memimpikan almarhumah, lalu 2x saya bermimpi almarhumah bahwa almarhumah belum meninggal dan almarhumah kembali lg hidup. Menurut pendapat ibu bagaimana? Bu mohon pendapatnya ya bu semoga ibu selali berada dalam lindungan Allah SWT . Aamiin.

  13. Inayanti
    Februari 5, 2017

    Assalamualaikum, baru 3 bulan saya ditinggal oleh kerabat dekat. Dia meninggal akibat penyakit gagal ginjal, waktu dia msh sehat saya sgt dekat dengannya.. Sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri. Saat dia 10bulan jatuh sakit parah lalu sebelum dia meninggal dia sering meminta saya untuk menjenguk ke rumahnya. Sekarang sudah 5x saya memimpikan almarhumah, lalu 2x saya bermimpi almarhumah berbicara pada saya bahwa almarhumah belum meninggal dan almarhumah kembali lg hidup. Menurut pendapat ibu bagaimana? Bu mohon pendapatnya ya bu semoga ibu selaliu berada dalam lindungan Allah SWT . Aamiin.

    • muktiberbagi
      Februari 5, 2017

      Alaikumsalam. Kalau dalam hadits kan memang bisa saja. Tapi tdk selalu wasiat. Bisa saja kangen ingin dijenguk (kuburannya). Allahu a’lam

      • muktiberbagi
        Februari 7, 2017

        *Bertemu Orang Mati dalam Mimpi*

        Semalam saya terbangun karena mimpi bertemu Almarhum Nenek bahkan saya memegang tangannya dan mencium tangannya terasa seperti nyata. Apakah makna mimpi tersebut?

        Jawab:

        Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

        Terdapat banyak keterangan dari ulama yang menyatakan bahwa ruh orang yang telah meninggal bisa berjumpa dengan ruh orang yang masih hidup dalam mimpi.

        Berikut beberapa keterangan mereka,

        Pertama, Tafsir firman Allah di surat Az-Zumar ayat 42.

        Allah berfirman,

        اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

        “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”(QS. Az-Zumar : 42)

        Ada dua pendapat ahli tafsir tentang ayat ini. Salah satunya, bahwa ruh orang yang ditahan adalah ruh orang yang sudah meninggal, sehingga dia tidak bisa kembali ke jasadnya di dunia. Sedangkan ruh orang yang dilepas adalah ruh orang yang tidur. (Ar-Ruh, Ibnul Qoyim, hlm. 31).

        Diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau menjelaskan tafsir ayat tersebut,

        إِنَّ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ تَلْتَقِي فِي الْمَنَامِ فَتَتَعَارَفُ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْهَا، فَإِذَا أَرَادَ جَمِيعُهَا الرُّجُوعَ إِلَى الْأَجْسَادِ أَمْسَكَ اللَّهُ أَرْوَاحَ الْأَمْوَاتِ عِنْدَهُ، وَأَرْسَلَ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ إِلَى أَجْسَادِهَا

        “Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi. Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya.” (Tafsir At-Thabari 21/298, Al-Qurthubi 15/260, An-Nasafi 4/56, Zadul Masir Ibnul Jauzi 4/20, dan beberapa tafsir lainnya).

        Kejadian nyata yang dialami para sahabat

        Kejadian ini pernah dialami seorang sahabat yang dijamin masuk surga karena kerendahan hatinya. Beliaulah sahabat Tsabit bin Qois radhiyallahu ‘anhu. Peristiwa ini terjadi ketika perang Yamamah, menyerang nabi palsu Musailamah Al-Kadzab di zaman Abu Bakr. Dalam peperangan itu, Tsabit termasuk sahabat yang mati syahid. Ketika itu, Tsabit memakai baju besi yang cukup bernilai harganya.

        Sampai akhirnya lewatlah seseorang dan menemukan jasad Tsabit. Orang ini mengambil baju besi Tsabit dan membawanya pulang. Setelah peristiwa ini, ada salah seorang mukmin bermimpi, dia didatangi Tsabin bin Qois. Tsabit berpesan kepada si Mukmin dalam mimpi itu:

        “Saya wasiatkan kepada kamu, dan jangan kamu katakan, ‘Ini hanya mimpi kalut’ kemudian kamu tidak mempedulikannya. Ketika saya mati, ada seseorang yang melewati jenazahku dan mengambil baju besiku. Tinggalnya di paling pojok sana. Di kemahnya ada kuda yang dia gunakan membantu kegiatannya. Dia meletakkan wadah di atas baju besiku, dan diatasnya ada pelana. Datangi Khalid bin Walid, minta beliau untuk menugaskan orang agar mengambil baju besiku. Dan jika kamu bertemu Khalifah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yaitu Abu Bakr), sampaikan bahwa saya punya tanggungan utang sekian dan punya piutang macet sekian. Sementara budakku fulan, statusnya merdeka. Sekali lagi jangan kamu katakan, ‘Ini hanya mimpi kalut’ kemudian kamu tidak mempedulikannya.”

        Setelah bangun, orang inipun menemui Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dan menyampaikan kisah mimpinya bertemu Tsabit. Sang panglima, Khalid bin Walid mengutus beberapa orang untuk mengambil baju besi itu, dia memperhatikan kemah yang paling ujung, ternyata ada seekor kuda yang disiapkan. Mereka melihat isi kemah, ternyata tidak ada orangnya. Merekapun masuk, dan langsung menggeser pelana. Ternyata di bawahnya ada wadah. Kemudian mereka mengangkat wadah itu, ketemulah baju besi itu. Merekapun membawa baju besi itu menghadap Khalid bin Walid.

        Setelah sampai Madinah, orang itu penyampaikan mimpinya kepada Khalifah Abu Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, dan beliau membolehkan untuk melaksanakan wasiat Tsabit. Para sahabat mengatakan, “Kami tidak pernah mengetahui ada seorangpun yang wasiatnya dilaksanakan, padahal baru disampaikan setelah orangnya meninggal, selain wasiat Tsabit bin Qais. (HR. Al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwah 2638 dan Al-Bushiri dalam Al-Ittihaf 3010)

        Kasus semacam ini juga terjadi pada beberapa ulama. Kisah-kisah mereka banyak disebutkan Ibnul Qoyim dalam bukunya Ar-Ruh (hlm. 30 – 48). Salah satunya adalah kisah sahabat tsabit bin Qois di atas.

        Ini semua menunjukkan bahwa ruh orang yang hidup bisa bertemu dengan ruh oranng yang telah meninggal dalam mimpi.

        Allahu a’lam.

        Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
        (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

  14. Anna Susiawaty
    Februari 6, 2017

    Assalmualaikum mbak …baru 1 bln saya ditinggal oleh putri saya yg berusia 31 thn…saya sgt terpukul sekali mbak krn meninggalnya bisa dikatakan hanya karena penyakit batuk2 yg tak kunjung sembuh selama 2 minggu ternyata terinfeksi bakteri yg masuk ke jalan drh. Mbak sy sgt rindu untuk bertemu dan ingin mengetahui keadaan ananda disana…bagaimana caranya mbak…mhn bantuannha

    • muktiberbagi
      Februari 16, 2017

      Aaamiin. Diucapkan aja dlm doa mba. Semoga nanti dapat mimpi ketemu

  15. Retno
    Maret 23, 2017

    Saya seringkali mimpi ketemu alm ibu sy,dibanding anggota klrga yg lain sprtinya intensitasnya lebih sering sy,apa mgkn ibu sy jg sdg merindukan sy di alam barzakh..
    Sy merasa mimpi itu begitu nyata,dan di alam mimpi sy sadar kalau ibu sy sudah meninggal dan terkadang jg sy bertanya kpd ibu sy di alam mimpi “lho ibuk kok ada di sini,padahal kan ibuk sudah meninggal,” dan ibuk sering kali tersenyum tnpa menjawab pertanyaan 2 saya,,stlh sy bagun sy doakan ibu saya,semoga ibu tenang dan baik2 saja di sana,,mgkn krn sy sering merindukan ibu sy mkanya sering dtg di mimpi sy y..

  16. Dian Hasibuan
    April 14, 2017

    Assalamualaikum. Sudah 3 bln ini sy ditinggalkan sahabat terbaik sy secara mendadak. saya bgitu terpukul, perasaan saya bgitu hancur, sy sgt khilangan dia. Smpe saat ini tiap hari sy msh mnangis mengingatnya. Sy smpe ssh tdr, n ktika terbangun pun pikiran sy sll dipenuhi ttg dia. Sy sgt merindukannya. cm dia satu2nya org terdekat yg sy miliki, tp dia pun udh prgi meninggalkan sy. Tiiap hr sy sll berodoa mohon dimimpikannya, tp br 2 x sy dimimpikannya, itu pun dah lm,, padahal sy berharap sesering mgkin dimimpikannya. Sy sgt merindukannya, sy sgt membutuhkannya.

    • muktiberbagi
      April 26, 2017

      Alaikumsalam. Maaf lama sekali baru bisa jawab. Didoakan saja mba. Kalau pun tidak dimimpiin, doa2 kita semoga memudahkan dia di sana

  17. Dina
    Juli 20, 2017

    Assalamualaikum.Saya ditinggal mati oleh almarhumah ibu sy sudah masuk 6 tahun.Walau sebenarnya ibu saya adalah ibu tiri(istri tua alm ayah) tp kasih sayang kami yg dalam sebagai ibu dan anak hanya Allah yg tau.Sedari sy umur 57 hari almarhumlah yg mengasuh dan membesar kan sy hingga beliau wafat pada usia sy 32 thn.Smp skrg perasaan kangen sy pdnya tbawa2 ke mimpi ketemu dengannya tp ibu sy kelihatan lbh muda paruh usia dr dia meninggal dengan wajah yg bersih tidak banyak bicara lbh tersenyum dan sedar2 sy tbangun dr tidur hingga menetes airmata bl sedar ia cuma mimpi.Moga Allah mengampunkan sgl dosa Mami dn ditempatkn disisi org2 beriman.Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 27, 2015 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: