berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

V Spa Alami di Rumah, Kenapa Tidak

Dianugerahi kulit supersensitif itu memang ‘sesuatu’. Apalagi jika itu dipadukan dengan alergi yang genetik. Harus sangat menjaga kebersihan badan, termasuk membatasi diri untuk tidak terlalu capek atau stres. Bagaimana tidak? Wong kena keringat sendiri kulit bisa langsung bentol-bentol, je. Apalagi kalau kena keringet orang lain. Gara-gara soal ini jadi ada yang pernah tersinggung tuh, merasa kayak ‘kuman’, lha kesenggol dikit aja kok jadi bentol 😛
Makanya kebayang kan gimana musuhannya sama nyamuk. Soalnya kalau sempat digigit nyamuk itu bekasnya lama sekali bisa menghilang. Bisa berminggu-minggu. Malah pernah jadi luka serius. Hmm. Tapi, ada juga hikmahnya. Jadi belajar banyak dari para ahli kulit, termasuk dari salah satu dokter kuit yang sering saya kunjungi.

Salah satu bagian tubuh perempuan yang sensitif terkena gangguan penyakit kulit adalah (maaf) bagian dalam paha dan sekitarnya. Ini karena daerah tersebut cenderung lembab. Itu sebabnya panty liner jadi laris manis kayak kacang goreng, karena memang perempuan secara umum setelah menarche akan mengeluarkan cairan (bukan keputihan). Meski dalam jumlah sedikit, tetap saja mengganggu. Tapi, mungkin pernah mendengar juga kan, jika penggunaan panty liner dalam jangka waktu lama justru tidak baik untuk kesehatan. Karena panty liner tersebut justru menutup pori-pori kulit untuk bernafas (tidak seperti kain), jadi panty liner justru akan menyebabkan daerah kewanitaan semakin lembab, sehingga kulit mudah sekali menjadi area tumbuhnya jamur dan bakteri. Selain itu, beberapa panty liner tidak berkualitas karena menggunakan bahan pemutih dioxin. Zat dioxin ini jika terkena cairan/darah akan menguap, dan uapnya dapat langsung masuk ke dalam leher rahim yang dalam jangka panjang akan memengaruhi metabolisme tubuh dan bisa menjadi penyebab myom, kanker dan kista. Panty liner yang dipakai berjam-jam juga sebenarnya justru menjadi sarang kuman, saat dia kena cairan tubuh. Maka, jika pun harus menggunakan panty liner, sebaiknya kita menggantinya tiap dua jam sekali.

Cara lain untuk menghindari tumbuhnya jamur atau bakteri adalah selalu menjaga area kewanitaan dan sekitarnya. Nampaknya kalangan industri juga melirik ini, sehingga produk sabun pembersih untuk area kewanitaan dengan berbagai macam merk juga laris di pasaran. Tapi tahukah bahwa penggunaan sabun ini secara rutin tiap hari dan terus-menerus juga tidak direkomendasikan? Pertama, karena penggunaan sabun (apalagi jika pH-nya tidak sesuai dengan daerah kewanitaan) justru akan menyebabkan perubahan asam basa, sehingga malah merangsang terjadinya keputihan. Kedua, zat dalam sabun (jika pH-nya tidak sesuai) justru akan membunuh semua bakteri baik yang patogen maupun lactobasilus (bakteri bagus). Sementara bakteri yang bagus sebenarnya masih kita perlukan untuk menjaga kelembapan dan keasaman. Sabun semacam ini tetap bisa digunakan tentu dengan melihat kriteria: pH-nya sesuai, tidak mengandung banyak busa, dan digunakan sesekali saja.

Terus bagaimana dong? Mungkin kita pernah mendengar ya tentang V Spa? Ini menjadi salah satu layanan yang diandalkan di salon-salon, terutama untuk calon pengantin atau ibu-ibu. Sebenarnya, V Spa ini dengan sedikit adaptasi juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, loh. Dan itu bisa kita lakukan sendiri di rumah, gak perlu bayar mahal ke salon. Murce maricelah pokoknya. Ilmu ini saya dapat dari dokter kulit langganan saya yang cantik rupawan. Jadi, saking baiknya dia, supaya saya gak bolak-balik datang sebagai pasien terus minta resep obat melulu, dia kasihlah bocorannya cara merawat daerah sulit itu.

Pertama, adalah ‘pencucian’ daerah V. Hal ini perlu rutin dilakukan setidaknya sebulan sekali (selama 3-4 hari biasanya) terutama saat cairan dari V cukup banyak. Ternyata, saya juga baru tahu kalau secara medis sudah ada alat dan bahan untuk V Spa. Ini dikeluarkan oleh perusahaan obat merah yang sering kita gunakan itu. Namanya Vaginal Douch. Nah, ini penampakannya.

cairan pencuci daerah kewanitaan

cairan pencuci daerah kewanitaan

Botol putih bertutup khas itu adalah alatnya, sedang botol biru tersebut adalah cairannya. Caranya, cairan dalam botol biru dituangkan ke dalam botol putih (tutupnya bisa dibuka), lalu dengan posisi kalau sedang ‘periksa dalam’ di dokter kandungan (ngerti ya maksudnya), cairan itu dituangkan pelan-pelan. Ujung yang mancung itu memang dibuat sedemikan rupa supaya dapat dimasukkan sedikit ke daerah V, agar cairan tidak tumpah ndlewer kemana-mana. Tapi ya terus-terang bagi saya bentuknya agak menakutkan, hihihi. Perlu latihan untuk bisa menggunakan alat ini dengan baik. Cairan ini sangat aman meskipun masuk ke dalam tubuh. Jika cairan habis, bisa diganti rebusan daun sirih yang sudah didinginkan. Saya terus terang, masih takut-takut ngeri (bukan ngeri-ngeri sedap lho yaa) menggunakan cara yang ini.

Kedua, adalah V Spa alami. Pada kondisi normal, V Spa dilakukan paling tidak sebulan sekali (selama 3-4 hari biasanya) saat cairan tubuh sedang banyak keluar (biasanya saat masa subur). Namun pada kondisi sakit, V Spa dapat dilakukan tiap hari. Caranya, adalah dengan merebus 5-10 lembar daun sirih di panci kecil, biarkan hingga mendidih. Begini penampakannya kira-kira ya.

Peralatan V Spa daun sirih

Peralatan V Spa daun sirih

Setelah itu, ya siap-siap kita lakukan V Spa sendiri di kamar mandi. Panci berisi rebusan sirih panas itu kita letakkan dan kita jongkok atau setengah duduk di atasnya, agar uapnya mengenai kulit kita. Kalau kulit memang sedang gatal, uap panas ini justru terasa nyaman karena seperti ‘digaruk’. Posisi bisa berubah-ubah agak geser kanan atau geser kiri agar bagian paha dalam pun kena uap langsung, bisa juga kembali ke tengah. Yang penting jaraknya cukup dekat dengan panci sehingga uap itu langsung mengenai pori-pori kulit. Tapi juga jangan sampai kulitnya nyenggol panci. Wadoww, fanasss sodara-sodara 😀

Rebusan daun sirih ini masih bisa kita pakai hingga 2-3 kali lagi dengan cara merebus lagi jika akan V Spa lagi. Dalam kondisi dingin, air rebusannya juga dapat digunakan untuk cebok saat BAK, dan daun sirih yang ada di rebusan dapat diusap-usapkan di kulit yang kena iritasi, lalu buang. Nah, cara V Spa alami inilah yang buat saya terasa lebih nyaman. Jika ada gejala iritasi atau gatal-gatal sedikit, langsung deh self therapy, persiapkan V Spa alami. Gatal hilang, duit aman karena gak jadi pergi ke dokter langganan 🙂
Tentu, selain sehat, murah, manfaat lain dari V Spa pada umumnya juga kita dapatkan seperti hilangnya bau-bau tak sedap, dan lebih kesat. Itung-itung mengupayakan exellent service juga lah buat suami 😉

Ohya, selain itu (terutama jika sakit), rebusan daun sirih ini juga bisa kita minum. Asal jangan sering-sering. Cukup sepekan sekali jika tak ada keluhan, kecuali sedang ada keluhan bisa tiap hari.
Selamat mencoba 🙂

Iklan

9 comments on “V Spa Alami di Rumah, Kenapa Tidak

  1. Melly Feyadin
    Januari 15, 2015

    Makasih mbak info V spa alamainya, sy kadang suka keputihan dan banyak bgt dan suka males ke dokter 😦

    • muktiberbagi
      Januari 15, 2015

      Monggo praktekin aja. Sy sdh bertahun2 pakai cara ini

  2. risma
    Januari 15, 2015

    Makasi sharingnya ibu.. Bermanfaat sekali

  3. Burhan
    Januari 15, 2015

    Kaum Adam belum ada yg komen. Jgn2 lgi sibuk bisikin istri masing2. “Maaah, ikutan V spa dong. Kyk mbak mukti”. 🙂

    • muktiberbagi
      Januari 15, 2015

      Hahahaha. Iya kali ya 😀

    • amaq aziz
      Januari 26, 2015

      entar saya bisikin istri dulu yah

  4. Ping-balik: Cara Aman V Spa Alami di Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 15, 2015 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: