berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Berlomba Kebaikan di Sekolah Tilawah Ramadhan

ini bukan sekedar tentang sepuluh lembar
tetapi tentang membangun kemauan dengan sadar
tentang upaya melawan lelah yang menjalar
dan tentang hati yang tergetar
melantunkan ayat-Nya yang terpapar

ini bukan sekedar kholas
lalu merasa cukup puas
saat kadang ragu melanda
apakah satu juz sehari ini akan terbaca?
lalu kita mengajak raga dan rasa, memaksa
dan ternyata BISA
ada rasa bahagia, membuncah di dada

saat kadang kemalasan mendera
lalu membuka mushaf tanpa tahu halaman berapa
dan terbaca terjemahan ayat yang seolah menyindir kita…
Allah, Engkau selalu punya cara untuk mengingatkan hamba

mari bayangkan betapa indahnya
jika kita tak jadi marah, karena tilawah
jika cinta antar suami istri makin merekah, karena tilawah
jika anak-anak makin patuh dan salih, pun karena tilawah

dan, keluarga yang hidup dalam cahaya Quran
cahayanya melampaui dimensi ruang dan waktu
tak terlihat mata, tapi terasa dalam jiwa-jiwa penghuninya.
dan lalu, bandingkan…
jika cahaya itu redup seketika
tergantikan oleh hingar bingar musik,
tontonan yang tak henti2 menggoda
atau kita yang memang menyerahkan diri untuk tergoda

tilawah, dan tilawah
membuat tentram seluruh penghuni rumah
membuat hati nyaman, jauh dari gundah
sungguh rugi rumah, yang penghuninya tak pernah tilawah

maka
tiap lembarnya adalah barakah
tiap halamannya barakah
tiap barisnya barakah

tiap hurufnya juga barakah
menjadi sebaik wasilah
agar Allah berkenan menyapa
menjadi sebaik penjaga kita di dunia,
juga semoga di alam kubur yang gulita
dan alam akhirat yang tak terindera

STR 2015 bocah

Tulisan di atas saya tulis untuk memotivasi diri sendiri agar senantiasa komitmen tilawah 1 juz setiap harinya, di hari-hari biasa. Ng-ODOJ istilahnya. Nah, untuk bulan Ramadhan, sebagaimana banyak hadist yang meriwayatkan keutamaan tilawah dengan beberapa kali khatam, tentu kita ingin khatam lebih dari sekali. Tetapi kadang saya, mungkin juga teman-teman menghadapi banyak kendala.

Tahun-tahun sebelumnya, untuk memacu semangat, malu-malu saya berlomba dengan beberapa kawan dekat, agar dapat khatam sesuai target masing-masing. Tiap hari kami memasang status di profil BB dengan kode-kode batas tilawah, sambil melirik status dari teman-teman saya itu. Mungkin karena saya (dan mereka) tipe ‘petarung’, sering butuh ‘sparing partner’ untuk menjadi penyemangat pada tujuan yang sama. Ibaratnya, jalan sendirian apa asyiknya, tapi kalau jalannya rame-rame, berkilo-kilo meter pun tahu-tahu nyampai aja, sambil saling bercanda pun tak apa 🙂

Nah, tahun ini saya punya gagasan. Bagaimana kalau kita menggabungkan diri dalam grup temporer (nanti grup dibubarkan pas syawal) untuk saling memacu tilawah? Dalam hal ini, saya memilih grup di facebook, karena koordinasinya lebih mudah. Grup ini memang sengaja dibentuk dengan target minimal 2 kali khatam (saya biasa menyebutnya 2 lap, mengambil istilah dari balapan mobil). Mengapa? Karena kalau target 1 lap, itu kan kan asumsinya jatah tilawah di luar ramadhan.

Setiap anggota yang terdaftar di grup, lalu akan dipilah-pilah berdasarkan target khatamnya, dari 2, 3, 4, 5, kali khatam dan seterusnya. Setiap kelompok ada penanggung jawabnya. Mulai tanggal 1 Ramadhan, tiap anggota tiap hari wajib melapor sesuai kelompoknya, dengan menuliskan komentar di bawah postingan penanggung jawab kelompok masing-masing. Direncanakan PJ akan menagih ‘laporan’ setiap usai shalat subuh. Memang tidak semua anggota bisa posting di grup, hanya admin dan PJ saja. Hal ni dengan maksud supaya tujuan awal untuk saling memacu tilawah dapat lebih terarah pada tiap kelompok, tidak tersebar dalam banyak postingan anggota. Misalnya: PJ kelompok 2 (untuk target 2 kali khatam) akan memasang postingan: “tanggal 2 Ramadhan, target kelompok 2 minimal juz 4. Ditunggu laporannya”. Maka bagi para anggota kelompok 2 diharapkan melaporkan tilawahnya hari itu di kolom komentar di bawah postingan PJ nya.

Ohya, rencananya grup ini khusus fastabiqul khairat untuk tilawah selama Ramadhan. Jadi mohon maaf nggak ada disambi-sambi sharing dagangan atau bicara politik. Saya rasa yang membahas tentang itu kan sudah banyak di grup lain. Lalu, idealnya, ini grup ladies only aja, karena nanti  ada masa-masa ‘tidak tilawah’ saat haid (menurut saya ini pendapat yang lebih utama, meski sejatinya boleh-boleh saja tetap baca). Jika ide ini diterima, silahkan yang kaum adam membuat grup serupa.

Bagi muslimah yang benar-benar berminat, silahkan pelajari aturan main grup di deskripsi, dan jika benar-benar ingin bergabung silakan klik untuk ask to joined grup yaa di grup yang diberi nama: SEKOLAH TILAWAH RAMADHAN
Pendaftaran anggota akan ditutup tepat malam 1 Ramadhan, karena saat itu anggota grup sudah harus take an action 🙂

Setara cover

Sejak ide ini saya gagas Jumat 20 Juni lalu, sudah terdaftar 92 anggota muslimah, dengan pilihan terbanyak adalah khatam 2 kali atau 3 kali.  Hal ini tentu sangat menggembirakan. Sayangnya, meski grup ini hanya saya batasi untuk muslimah, ternyata banyak juga peminat dari muslim (mungkin gak ngeh kalau ini grup ladies only), yang lalu terpaksa saya ignore permintaan untuk join ke grup. Mengapa saya hanya mengkhususkan muslimah? Supaya lebih fokus saja dan bisa menjaga hati, karena grup ini kan niatnya memang untuk memudahkan ibadah.

Nah, ide ini saya share di blog, dengan harapan ada pemuda/bapak-bapak muslim yang mau menduplikasinya untuk menjadi founding father atau admin bagi grup khusus muslim. Atau, jika mau diduplikasi oleh kaum muslimah dengan anggota grup untuk kalangan sendiri pun silahkan. Selama tujuannya untuk fastabiqul khairat, tentu dengan senang hati jika ini disebarluaskan.

Tambahan:
Di tahun kedua ini (2015), pendaftaran STR juga dibuka kembali. Hingga hari ini, anggotanya telah bertambah menjadi 239 orang, dengan pembagian kelompok dari grup 1 hingga 6. Monggo yang mau bergabung segera daftar di sekolah tilawah ramadhan

Iklan

One comment on “Berlomba Kebaikan di Sekolah Tilawah Ramadhan

  1. Ping-balik: Sepuluh #TipsTilawahRamadhan Seri 2: MENCAPAI TARGET | berbagi cinta & makna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 25, 2014 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: