berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Suka Duka Bekerja ‘Di Sana’

Gambar

Terhenyak membaca sandek antara seorang aparatur petugas pemeriksa di bandara (P), dengan seorang staf perusahaan importir, yang menginginkan agar mobil mewah yang diimpornya bisa segera keluar hari itu juga.
S: “Pak, minta tolong barangnya bisa keluar sore ini ya pak. Ini ada dana 5 juta, mohon bisa dibantu ya pak. Terima kasih bantuannya”.
P (flat): “Pak, mohon ketemu Pak NNNN (pejabat bagian kedisiplinan-red) ya. Sekarang juga ditunggu. Kalau bapak belum ketemu, saya tak akan uruskan. Tapi begitu bapak ketemu Pak NNNN, saya akan uruskan tanpa menunggu Bapak selesai ketemu dengan Pak NNNN”.

Tak berapa lama, setelah barang mewah tersebut berhasil dikeluarkan, dan S tahu bahwa dia tak perlu menggunakan ‘uang pelicin’ untuk melancarkan urusannya, P mengirim sandek lagi untuk menetralisir: “Saya mohon maaf, tidak ada maksud buruk ke Bapak. Saya hanya ingin sistem yang seharusnya bisa berjalan. Barang itu belum bisa keluar karena memang ada prosedur teknis yang kemarin belum bapak laksanakan. Cukuplah kita saling membantu tanpa embel2 uang atau sejenisnya. Dan kita bisa jadi sahabat yang baik. Mohon dukungannya untuk kebaikan instansi B***u** dan kita semua”.

Sandek itu segera berbalas, dari S “Sekali lagi saya juga minta maaf ya Pak. Saya panik sekali karena besok ada pameran, dan semua orang mengharuskan saya agar mobil ferrari itu keluar sore ini juga karena termasuk yang akan dipamerkan. Saya berterima kasih banyak atas kesempatan bisa mengenal bapak. Saya pun mengerti bahwa tindakan saya salah dan mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik. Salam hangat, Pak.”
Merasa tak cukup hanya mengirim sandek, S setia menunggu jam berakhirnya kantor tempat P bekerja. Begitu P keluar ruangan karena jam kantor usai, S segera menghampiri, menyalami sambil minta maaf. P berusaha menetralisir, “Maaf juga ya pak, saya tak bermaksud mempersulit Bapak. Hanya kayaknya Bapak ngotot banget sampai mau ngasih uang segala. Saya jadi gak nyaman bekerja”.

Ini peristiwa ‘rutin’ yang menemani petugas pemeriksa di lapangan. Menjadi godaan bagi yang silau dunia, menjadi ujian bagi yang kukuh dalam ketaatan. Peristiwa yang perlu disikapi dengan kekuatan, bahwa profesionalisme tetap dapat ditegakkan, tanpa perlu tergoda untuk menangguk ‘keuntungan’. Peristiwa yang juga perlu disikapi dengan kebijakan, tidak arogan, karena sistem dibuat bukan untuk mencari musuh, tetapi justru untuk menjalin persahabatan.

Peristiwa yang mengingatkan cerita dari sebuah keluarga sederhana, akan ucapan seorang istri pada suaminya yang hendak keluar rumah mencari nafkah, “Suamiku, kami akan mampu bersabar menahan lapar, tapi kami sungguh tak mampu menahan panas api neraka (jika engkau bawa pulang uang haram ke rumah ini)”.
Kekata yang tentu juga ingin senantiasa kubisikkan mesra di telinga suamiku, saat dia melangkahkan kakinya ke luar rumah di pagi buta.

Suami, tak hanya dituntut untuk pandai menafkahi kebutuhan anak istri, tetapi juga harus memastikan bahaw uang yang dia berikan, terbebas dari keharaman. Karena, nafkah itu lalu akan mampu mempengaruhi karakter dan kepribadian seisi rumah. Seperti yang dikisahkan oleh Khatib Al-Baghdadi, mengenang nasehat ibunya saat dia kecil, dan saat itu ia ingin melihat sesuatu ke rumah tetangganya. Kisah Khatib, “Seketika waktu itu Ibuku berkata ~Sungguh ayahmu adalah laki-laki sholeh yang tidak melihat hal yang haram, dan ibumu adalah perempuan yang tidak melihat barang yang haram, maka janganlah kamu melihat kepada suatu yang haram karena akibat buruknya akan kembali kepadamu dan keturunanmu~. Kata-kata ibuku ini senantiasa tersimpan dalam hatiku, dan tidaklah aku berpikir sesuatu yang buruk kecuali bayangan ibu muncul dengan kata-kata tersebut lalu keinginan buruk itupun menjauh dariku, kata-katanya memberi manfaat sepanjang hayatku”.

Iklan

2 comments on “Suka Duka Bekerja ‘Di Sana’

  1. bukanbocahbiasa
    Juni 6, 2014

    Wowww… godaan duniawi emang luar biasa ya mak. Alhamdulillah, karena masih berpegang teguh dgn iman yang kuat, bisa menghalau semua godaan yang datang. Salam kenal, mak πŸ™‚

    • muktiberbagi
      Juni 6, 2014

      iya. kudu kuat2 doa. salam kenal juga ya mak. salam hangat πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 4, 2014 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: