berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Umroh, Atau Haji Dulu?

menjelang umrah, bersama suami dan ibu mertua

Pekan lalu, di kajian ibu-ibu akhir pekan, saya diminta cerita oleh-oleh umroh. Awalnya saya cerita biasa saja, termasuk tentang kami (saya, suami dan ibu mertua) yang nyaris ketinggalan pesawat itu. yang secara khusus sudah saya ceritakan di ‘nyaris gagal umroh’. Lama-lama, perbincangan kami menjurus pada pemahaman fiqhul awlawiyat. Lalu ada pertanyaan dari yang hadir, “Jika dananya cuma ada segini, mana yang harus didahulukan: umroh, atau haji?”

Imho, saya jawab, “Haji adalah bagian dari rukun Islam. Sifatnya wajib bagi yang mampu. Sedangkan umroh adalah ibadah sunnah. Dahulukan yang wajib dulu dari pada yg sunnah. Jadi, sebaiknya singkirkan jauh-jauh pengin umroh (apalagi umroh sekeluarga dsb), jika ikhtiar kita untuk haji belum kelihatan. Maksudnya ikhtiar adalah, ya minimal buka buku tabungan haji, pastikan dapat seat dulu dan waiting list tahun berapa. Jika itu sudah, dan ada dana lebih untuk umroh, bolehlah kepikiran pengin umroh sambil menunggu datangnya waiting list”
“Oh begitu ya Bu? Jadi haji itu nggak nunggu dipanggil, tapi harus diupayakan juga ya bu?”
“Jelas. Percuma juga nitip doa ke saya minta segera dipanggil ke baitullah untuk berhaji, tapi membuka tabungan haji aja masih maju mundur. Indikasi awal seriusnya niat pengin haji itu ya minimal buka buku tabungan haji. Setelah itu, biarlah Allah yang menyempurnakan niat kita”.

Maka ibu-ibu yg hadir, lantas berubah pikiran. Dari yang semangat banget mau umroh, jadi akan dialihkan untuk haji. Dari yang tadinya ragu-ragu mau buka tabungan takut gak jelas kapan lunasnya, jadi semangat buka. Alhamdulillah.

Secara khusus, saya pernah menulis tentang upaya maksimal dalam berhaji, yang seharusnya kita utamakan, sebagai salah satu rukun Islam. Tulisan pertama, menyemangati bahwa dana yang kita gunakan untuk berhaji, insya Allah akan terganti, bahkan berlipat, jika kita yakin. Tulisan itu dapat dibaca di ‘bukan gaji gratis’. Tulisan saya yang kedua, membahas tentang perencanaan keuangan rumah tangga sejak awal menikah, yang mestinya aspek ibadah haji menjadi salah satu alokasi prioritas. Silahkan dibaca di tulisan yang berjudul “ingin kaya? segeralah berhaji”.

Bagi yang membaca kisah ini, sungguh saya doakan, yang belum berhaji agar dimudahkan menunaikan kewajiban berhaji. Bagi yang sudah berhaji (atau menunggu waiting list) dan ingin berumroh, juga dimudahkan 🙂

Iklan

One comment on “Umroh, Atau Haji Dulu?

  1. yetti
    Januari 16, 2015

    aminnnn ya ROBB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 23, 2014 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: