berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Mengenangnya Lewat Lagu

Sejak akhir 2010, sejak ananda Fahrin tak lagi di sisi, maka setiap terbang naik GIA, yang saya cari adalah instrumentalia Judson Mencubo, yang bertitel ‘sorry seems to be the hardest word’. Musik instrumentalia itu bisa saya putar berkali-kali, sambil mengenang sesuatu. Karena di pesawatlah, dari Jogja ke Jakarta, hari itu saya asyik berbincang tentang awan biru dengannya, yang duduk di tepi jendela. Hari terakhir menjelang berpulangnya. Tentu menyungai sudut mata, tetapi di sisi lain saya juga tersenyum, membayang indahnya perbincangan, saat itu. Melihat awan berarak biru, membayangkan tanya jawab antara seorang ibu dengan putri kecilnya. Dan, itulah sebabnya, sejak akhir 2010 itu, setiap terbang dengan GIA, saya memilih duduk di tepi jendela. Berharap sesuatu pada awan putih disana, yang mungkin sedang menemani ananda bermain dan bercerita. Bayangkan jika itu perjalanan jauh jakarta-jayapura atau jakarta-kendari, atau jakarta-aceh…. dan musik instrumentalia itu berputar puluhan kali di gendang telinga saya. Tak bosan, karena saya sedang menikmati kebersamaan bersamanya, meski hanya dalam bayangan. Meski dengan berurai air mata.

Dalam pesawat, sambil menyimak lagu itu, sering saya membayangkan dia sedang bermain-main. Bersama bonekanya, atau sekedar berbaring di tumpukan awan itu. Berharap saya benar-benar melihatnya, meski hanya imajinasi. Meski tak dapat merengkuhnya kembali dalam pangkuan, seperti dulu.
Pun terbayang saat ia berada di tepi jendela pesawat dalam perjalanan ke Jakarta dari Jogja, siang itu sekitar jam 14.00, tanggal 31 Oktober 2010. Sebelum waktu menjelang maghrib, mendadak dia sesak napas, lalu selepas maghribnya tiada, di UGD rumah sakit terdekat.

fahrin di pesawat

Sayangnya, lagu ini tak dapat saya temui selain jika sedang terbang dengan GIA. Artinya, saya harus menunggu ditugaskan kantor ke berbagai tempat dulu untuk menikmati lagu ini. Untungnya, kesempatan untuk itu cukup banyak. Jujur, untuk terbang dengan biaya sendiri biasanya saya cari pesawat yang tarifnya jauh lebih murah. Musik Judson Mencubo itu mungkin produksi khusus untuk maskapai GIA. Begitulah hasil investigasi yang saya dapatkan dari teman sekolah yang kini bekerja di sana. Saat saya mencari di list youtube, musik yang ada di dunia maya dan cukup mendekati, mungkin yang dimainkan Kenny GWaktu menyimak berita tentang tragedi bintaro II kemarin, saya juga mendengar lagu ini dijadikan sebagai pengiring. Memang syair yang relevan untuk suatu perpisahan, terutama kematian…

Dulu, tak lama setelah ananda mendadak tiada, seorang sahabat saya mengirimkan sebuah lagu yang tak kalah sendu, yang dilantunkan Jed Madela. Lagu ini membuat saya terisak cukup lama. For no reason why, I can’t cry hard enough, for you to hear me now….

Mungkin, akan ada pertanyaan, mengapa nyempetin ndengerin lagu-lagu sendu? Bukankah justru menambah sedih karena teringat ananda yang tiada? Saya juga tak tahu pasti jawabannya. Tetapi, dalam tangisan lirih, ada beban yang terlepas. Tangisan tak selalu berarti membuat kita terbawa emosi negatif. Bagi saya, tangisan kadang berfungsi untuk kembali mengumpulkan kekuatan, saat merasa hati sedikit goyah. Agar setelahnya dapat kembali berjalan tegak menatap masa depan. Bahkan, bagi saya, saat hati saya gundah, saya akan jauh lebih produktif untuk menulis, menyalurkan kesedihan itu lewat tulisan. Writing is a part of healing. Dan saya merasa akan jauh lebih kuat setelahnya, setelah tulisan yang saya goreskan sambil berurai air mata, seperti saat ini. Lalu sudah, tidak menangis lagi. Kembali pada ritme kehidupan normal lagi.

fahrin & fahrin

Dialah Fahrin, yang lalu namanya diabadikan oleh seorang sahabat maya.  Fahrin dan Fahrin. Yang satu, putri ke 3 saya, lahir April 2007 dan mendadak berpulang akhir 2010. Yang satu lagi, putri seorang teman maya, lahir juni 2013, dengan nama lengkap dan nama panggilan yang persis sama: KALIFA FIRDAUSY FAHRIN. Kalifa artinya yang sangat cinta, Firdausy maksudnya adalah nama surga yang tertinggi yaitu surga firdaus, dan Fahrin artinya yang riang gembira. Nama yang dimintakan secara khusus pada saya, untuk bayi yang akan lahir, waktu itu. Semoga, nama menjadi doa, dan suatu saat nanti kami semua dipertemukan kembali dalam kondisi yang gembira, di surga. seperti nama mereka.

fahrin dan hurin

rindu itu bukan sebentuk kemauan
yang bisa direkayasa pikiran
kapan harus datang
dan kapan harus pergi
ia sering muncul tiba-tiba
tanpa aba-aba, tanpa tanda

dan
jika rindu itu tiba-tiba menyergap rasa
… damai terasa menatap senyumnya
meski bukan senyuman nyata
tapi hanya dari bayangnya
semoga mampu membuatku tersenyum jua
sambil memantas rindu
semoga masih selalu ada waktu
untuk menata diri memperbaiki laku
agar layak bertemu
… di surga, denganmu

*memantas rindu, hingga ujung waktu*

Iklan

17 comments on “Mengenangnya Lewat Lagu

  1. irowati
    Desember 14, 2013

    Turut berduka mbak…tapi semua sdh kehendak-NYA…dimn seorang anak yg tiada akn membawa orang tua ke Surga…begitu kan ringkasan dlm sebuah hadist….semoga ananda selalu bahagia disana…krn ananda meninggal tiada dosa…meskipun belum terlahir ke dunia sy jg sgt kehilangan anak sy dikandungan yg hrs sy relakan krn keguguran mbak….

    • muktiberbagi
      Desember 14, 2013

      amiiin amiiin. iya itu saya juga sangat yakin kok 🙂

  2. 3dibafree
    Desember 14, 2013

    Subhanallah..Fahrin mesti bangga sama dirimu mak..

  3. Shanty
    Desember 14, 2013

    Hiks…sedih yang teramat sangat di tinggal anak tercinta. Sayapun mengalaminya mbak…rindu yang tak dpt terobati hanya kepadaNyalah kita berserah diri. Melalui tangisan rindu itu tersampaikn…krn Dia maha mendengar. Semoga kelak kita dipersatukan…aamiin

    • muktiberbagi
      Desember 14, 2013

      amiin amiin smoga kita semua nanti dipertemukan di surga

  4. Mak Biker-Brarian
    Desember 14, 2013

    Nggak bs ngebayangin ditinggal ananda, pasti sedih banget. *peluk2 emak*

    Jd inget lagu ‘Tears in heaven’ nya Oom Eric Clapton. yg konon dia nyanyiin buat anaknya yg udah pergi.

    • muktiberbagi
      Desember 14, 2013

      iya mak, lagu tears in heaven juga ada di list khusus saya. kadang sengaja nyetel juga

  5. Lusi
    Desember 15, 2013

    Can’t cry hard enough itu lagu kesukaan saya juga sepanjang masa. Maaf mak, saya nggak bisa berkomentar apa2 ttg Fahrin. Pelukan saya untuk emak, ibu yang baik dari anak yang manis. Allah bersama kita. Aamiin.

  6. Riski Fitriasari
    Desember 15, 2013

    Sabar ya Mak… semoga ananda mendapatkan tempat yang paling layak di surga Allah SWT… amiiin..

  7. leyla imtichanah
    Desember 15, 2013

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.
    Seorang ibu tidak akan pernah melupakan anak-anaknya ya. Bu.

  8. Meidy Chocolate
    Desember 16, 2013

    aduuuh mbak jadi mberebes mili bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 14, 2013 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: