berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Menampakkan Kesyukuran di Dunia Maya

Gambar

tergelak sambil mringis tersindir berat baca status seseorang, yang intinya begini: “kangen dengan status teman2ku nih. yang biasanya bilang ‘macet nih pagi2’ (sambil aplod lagi nyetir CRV barunya), atau ‘saatnya ke bengkel’ (sambil aplod naik moge), atau ‘yah… stoknya sudah habis’ (sambil aplod foto ayu megang tas hermes). pada ngilang kemana teman2ku itu yaa?

status yang humoris, tapi juga satire, sekaligus menyadarkan. memang tidak ada yg salah dengan memakai atau mengaplod perhiasan gemerlap atau benda2 yang branded, yang merknya menunjukkan harganya. halal kok. yang mungkin perlu ditelisik lalu adalah bagaimana perasaan yang melihatnya. seorang senior saya cerita, dalam kondisi nyata saja, misalnya, seorang muslimah tampak gelang atau kalung emas yg terpakai di badan saat berwudhu, itu juga biasa. tetapi bisa menjadi menyakitkan bagi muslimah lain yang tidak mampu membelinya dan hidupnya papa.

kondisi hati juga barangkali mempengaruhi. dalam kondisi biasa, mungkin kita biasa saja melihat orang nyetatus di fesbuk beli mobil baru lalu ngaplod mobilnya, atau nyetatus naik jabatan, dapat proyek, anak2 jadi juara, dst. tapi dalam kondisi tertentu, bisa jadi itu menyakitkan buat orang lain. orang yang baru saja di-PHK, tentu merasa ‘tidak nyaman’ saat pada saat yang sama justru melihat sahabatnya nyetatus mendapat promosi di kantornya. terus kudu gimana? mungkin memang kita tak bisa membuat nyaman semua orang, tetapi bagaimanapun kesederhanaan dalam bersikap itu lebih selamat. (ini peringatan terutama buat saya pribadi, supaya berhati2 dalam nyetatus dan ngaplod2 foto. masih sering khilaf. mohon diingatkan ya temans).

dan barangkali ini juga tak terbatas soal harta. karena saya sendiri juga pernah mengalami. saat ada seorang bunda yang saya tahu anaknya seumuran dek fahrin (alm), mengungkapkan kegembiraannya saat anak itu mulai SD, justru saya merasa nelangsa. kalau dia masih hidup, dia juga saatnya masuk SD juga. bunda tersebut tentu tak salah. mungkin saya yang kurang pasrah. tapi memang sulit kita membuat nyaman semua orang.
akan halnya tentang ‘benda’ saya juga pernah mengalami. saat mengaplod foto rumah yang baru jadi. meski niatnya bentuk kesyukuran. tapi ada sahabat yang sangat sayang, mengirimkan inbox pada saya, apa tidak sebaiknya foto-foto itu ditarik saja, karena bisa menimbulkan luka bagi mereka yang untuk beli rumah sederhana saja masih susah. alhamdulillah, masih ada yang mengingatkan. dan album foto tersebut akhirnya saya kunci, hanya untuk saudara2 kandung atau orang yg memang meminta, misalnya untuk inspirasi.
namun jamaknya manusia, mungkin saya khilaf dan khilaf lagi. lalu saya menemukan status tersebut yang sangat menohok, menabok.

jika lalu ada alasan, “ini kan bentuk kesyukuran” semoga kesyukuran itu tak membuat luka di hati sesama. menampakkan kesyukuran yang paling baik, hematnya justru dengan membaginya ke orang lain agar mereka juga mendapatkan manfaat. seperti Abu Bakar yang menyumbangkan seluruh hartanya, atau Utsman yang mendermakan separuh hartanya (susahnyaaa jadi seperti mereka, ya Allah). mungkin kita memang belum selevel mereka. tapi setidaknya mengurangi ke-lebay-an dalam berstatus ria, sudah sebuah pahala (ini peringatan buat saya!), apalagi jika mampu lebih banyak berderma.

jadi ingat Umar bin Abdul Aziz. saat masih jadi pemuda tanggung, dia parlente. penampilannya wah. tetapi saat menjadi khalifah, tukang kain langganannya berkata, “engkau dulu selalu memilih kain yang terbaik dan termahal yang kubawa. sekarang engkau kenapa justru memilih kain yang termurah dan terkasar yang kubawa, yang biasanya dibeli para budak”
tetapi, kita juga tak lupa. jaman Umar jadi khalifah itu, hanya dalam kurun waktu 2 tahun orang sudah sulit menemukan mustahik (orang yang layak dizakati), karena pendistribusian zakat dan pengelolaan kekayaan masyarakat begitu tertata.

#catatan pagi pengingat diri
semoga tidak khilaf lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 28, 2013 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: