berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Guru yang Menginspirasiku

Gambar

(fr: http://www.ascd.org/publications/books/108051.aspx)

Hari guru. Tak ada yang ingin kutulis, selain mengenang salah satu guru SD yang sangat menginspirasiku. Guru yang saat ini sering tiba-tiba terbaring sakit, selain juga mempunyai seorang putri yang ABK, ADHD dan tuna wicara, yang tentu menjadi permasalahan tersendiri. Catatan tentang beliau, setahun lebih yang lalu, pernah kutuangkan dalam catatan ini: Lelaki Muda Bersepeda Itu, Guruku

Puncak sakit guruku itu, terjadi beberapa bulan lalu. Sempat jantungnya cukup parah dan masuk ICCU di sebuah rumah sakit di jogjakarta sana, hampir sebulan lamanya. Mendengar berita beliau dirawat di rumah sakit, membuatku sangat sedih dan kepikiran. Aku coba berbalas pesan dengan istri beliau, yang setia menunggui di rumah sakit. Waktu itu, aku hanya bisa berdoa dari jauh, dan menghubungi teman-teman yang lokasinya di sekitar jogja, untuk menjenguk beliau. Juga memanfaatkan jaringan sosial ini untuk menghubungi teman-teman, lalu mengupayakan sedikit tali kasih yang jumlahnya tentu sangat tak seberapa.

Dan, masih kucatat, beberapa hari kemudian saat kondisinya tak lagi comma, tepat hari pendidikan nasional 2 Mei, sementara beliau masih terbaring lemah di rumah sakit, kukirimkan sms khusus padanya. Untuk memberikan semangat agar beliau segera sembuh. Lalu beliau mengirim sms balasan (dengan minta didiktekan pada istrinya atau mungkin putrinya), yang membuat lidahku kelu untuk berkata. Beliau tulis begini:

Alhamdulillah, ya Allah. rezeki Engkau limpahkan kepada kami lewat anak-anakku yg berlian dan berhati mulia.. semoga Engkau lipat gandakan rezekinya. amin2x….
terima kasih sekali mbak mining, saya tak bisa menahan air mata, sangat terharu…
(2 Mei 2013)

Akhirnya beliau diperkenankan pulang dari rumah sakit, alhamdulillah. Lalu, tanpa kusangka, sepulang beliau dari rumah sakit, dan merasa kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik, ternyata beliau menulis satu tulisan khusus, untukku dan teman-teman. Tulisan yang lalu diketik ulang oleh putri sulungnya lalu diaplod di fesbuknya. Dek Intan, putri sulung beliau yang masih kelas 3 SMA, memang berteman denganku di fesbuk, atas permintaan bapaknya pada dek Intan. Tulisan sederhana, tapi mampu membuat mataku berkaca-kaca.

Inilah yang beliau tulis, waktu itu.

Teriring Syukur Atas Kesembuhan Bapak
~Tertuju anak-anak ku laskar pelangi ’82 dan ’83 SDM. ~

Mendekat pada hari Pendidikan Nasional 2013, teringat masa lalu 2 Mei (30 tahun yang lalu) hari bersejarah sebagai pondasi peletak dasar pendidikan setiap tahun diperingati. Anak-anakku Tifimirini (kala itu disebut,teringat benar dalam ingatan bapak.) Aktivitas mereka yang sungguh dengan gigih menjaga harga diri baik pribadi maupun sekolah.

Tak pernah bapak bayangkan, kenangan itu menjadi sebuah ungkapan terenyuh sekaligus terimakasih dan kesyukuran, bapak. Ternyata apa yang bapak berikan terpatri di hati kalian.

Lima puluh tahun hampir genap usia bapak, tepatnya tiga bulan sebelumnya, bapak rasakan terlalu lelah menekuni kewajiban bapak sebagai seorang ppendidik. Perjalanan panjang dahulu, kita bergaul selama tujuh tahun di SD Muhammadiyah 1 Baledono, Purworejo, terungkap kembali.

Kelelahan itu menjadi sebuah pengalaman berharga bagi bapak, tentang rasa keadilan. Bapak tidak adil terhadap diri bapak sendiri. Lupa menyadari bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan tetap adil terhadap lahir dan batin bapak. Dua puluh lima hari akibat kelelahan itu menjadikan sebuah pengalaman digunakan sebagai bekal untuk perjalanan perjuangan berikutnya. Ditambah lagi, dorongan dan bantuan moril maupun materiil dari anak-anakku tercinta ‘LASKAR PELANGI 1982 & 1983’ “Tifimirini” yang bermakna -Latifa-Shofia-Mining-Suprihatinah-Endang Cahyani- mengilhami Bapak menuliskan ini.

Teriring ucapan syukur dan terima kasih kepada anak-anakku tercinta atas pulihnya kondisi bapak, bisa kembali ke rumah (23 Mei 2013)Selamat dan lanjutkan perjalanan perjuangan hidup kita agar senantiasa hidup kita bermanfaat. Tak lupa bapak selalu berdoa untuk kesuksesan dalam perjuangan perjalanan hidup kalian. Salam Bapak semoga berguna.

Maka, di hari guru ini, tak lupa kukirimkan sms khusus padanya:
Selamat hari guru, pak Tanto. Semoga bapak dan keluarga senantiasa sehat penuh berkah. bapak adalah guru yang sangat menginspirasi saya. Terima kasih untuk semuanya.

Pesan pendek yang subhanallah, langsung mendapat balasan dari beliau:

Terima kasih anakku.Alhamdulillah saya sekeluarga baik dan sehat. Semoga juga mining sekeluarga.

Harapan saya, semoga kita tetap bermanfaat dan Allah ridho. Jayalah guru.

Pak Tanto, guruku itu. Guru yang kini, setiap pulang kampung, kuupayakan untuk menengoknya, meski barang sebentar. Sungguh ikatan yang dibangun dari hati yang tulus, akan bersambung dengan hati.
Sambil was-was menilik pada diri, bisakah aku menjadi pendidik yang menginspirasi, seperti beliau?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 25, 2013 by in Neguneg and tagged .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: