berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Ingin Kaya? Segera Berhaji :)

Gambar

Kunci kekayaan itu beraneka. Ada yang murni usaha manusia, ada yang hanya perlu dipancing sedikit lalu dibukakan pintu kekayaan oleh-Nya. Percaya nggak percaya, jika ingin kaya, segeralah berhaji. Lho, bukannya kebalik? Nggak. Syarat haji kan mampu (menuju kesana hingga pulangnya), bukan kaya. Jika kita memahami fiqh prioritas, maka kita akan mengupayakan kemampuan itu, secepatnya. Karena haji bukan lagi kebutuhan dharuriyat (primer), apalagi sekunder atau tersier, tapi di atasnya primer: pra primer.

Lalu, jika uang berasa pas-pasan, musti bagaimana? Kata safir senduk, dari THP kita yang diterima tiap bulannya, maka prioritas pembagian utamanya adalah: (bayar) hutang 30%, sedeqah 10%, tabungan & investasi 10%. sisanya yg 50% baru untuk kebutuhan sehari-hari. Artinya, jika punya gaji 5 juta misalnya, mindsetnya hanya separuh dari THP kita yg bisa dikutak-kutik untuk belanja.

Kata saya nih. Sejak awal menikah, biasakan atur begini: zakat & sedeqah (minimal) 10%, investasi 10%, tabungan haji 10%, hutang jangan lebih dari 20%. sisanya tetap 50% untuk belanja belanji. habiskan saja! 😀

Menurut saya, selain terbentuknya keluarga DASAMARA, salah satu cita-cita yg perlu digaungkan saat akan menikah adalah ‘segera berhaji’. maka aspek ‘tabungan haji’ perlu dimasukkan sejak BULAN PERTAMA menikah. niat yang kuat perlu dibarengi dengan usaha yang kuat juga, dan salah satu usaha yang realistis adalah membuka tabungan haji dan MENGISINYA secara rutin. Disiplin! jika sudah ada usaha optimal, lalu tinggal nunggu keajaiban saja, yang itu adalah urusan Allah untuk mengaturnya 🙂

Lalu bagaimana jika sudah berhaji? Alihkan yang 10% untuk murni investasi, dan sementara yg 10% tabungan & investasi jadi murni untuk tabungan saja. investasi disini tak hanya duniawi, bisa juga investasi akhirat. memberangkatkan orang lain berhaji misalnya, atau membuat lembaga kajian ilmu, dll. investasi dunia tapi bernuansa akhirat juga boleh banget, misalnya: memodali handai taulan dalam bisnisnya, dan tetap dihitung profit sharingnya secara profesional. Modal ya, bukan pinjaman. Artinya untung sama didapat, rugi sama ditanggung. Jika banyak yg merasa tertolong karena modal dari kita yg sedikit itu, yakin dan berbahagialah: semakin banyak doa-doa yang terpanjatkan dari lisan2 suci, saudara2 kita itu, untuk keberkahan hidup kita. semoga ♥

Ada seseorang sahabat fesbuk (kami belum pernah bertemu muka hingga saat ini) setelah membaca true story saya tentang keajaiban haji, bahwa haji membuat kita KAYA: ‘Bukan haji gratis, tapi lebih dari gratis’, lantas mengirim inbox,… hari ini mantab menjual perhiasan2 emasnya yang sedianya untuk tambahan renovasi rumah, tapi dia alihkan demi segera mendapatkan seat ONH.

Subhanallah, walhamdulillah, doaku untukmu saudariku, semoga dimudahkan untuk segera berangkat haji. Waiting list itu urusan manusia, tapi Allah selalu punya cara. yakin, usaha, doa!

Hari ini, dia inbox lagi, “Gelang emas yang saya jual kemarin, atas ijin suami, laku 12 juta. urusan perbaikan rumah yang belum beres biarlah Allah nanti yang mencukupkan. hasil jual gelang itu bisa menambah saldo tabungan haji saya dan suami masing-masing 6 juta.
pagi ini, ini saya sedang ijin suami, untuk menjual kalung emas saya, semoga bisa menambah 10 juta lagi. targetnya, dalam 6 bulan ini sudah terdaftar di depag untuk dapat seat. saya rela gak usah pakai perhiasan apa-apa mbak, yang penting bisa segera haji.
Sungguh saya gak ngerti lho tadinya kalau ada tabungan haji. saya pikir harus langsung setor jreng 25 juta ke depag. ternyata tabungan haji bisa dibuka hanya 250 ribu. Suami juga bilang, jika ada rezeki, akan kami pindahkan ke ONH pus saja, karena daftar tunggu di daerah kami 15 tahun, mba.
anak-anak tahu, saya begitu rindu ke tanah suci karena mereka sering lihat saya menangis bila menonton siaran langsung dari mekah di tv…doakan ya mbak, agar kami bisa segera berhaji ”

Kekatanya di inbox, membuat saya terpana, takjub. subhanallah, saya tak menyangka catatan kecil saya tentang keajaiban haji tempo hari itu, membekas begitu dalam di benaknya. maka jika hati sudah tergerak, semoga setelahnya Allah yang akan mencukupkan, dari arah yg tak disangka-sangka 

dan… semoga Andalah orang berikutnya yang juga berani mengambil langkah yang sama 🙂

Iklan

5 comments on “Ingin Kaya? Segera Berhaji :)

  1. laboratoriumdapurku
    Oktober 30, 2013

    Bunda maaf numpang tanya boleh yah , kata rumah untuk pasangan baru segera buka buku tabungan haji, lalu bgm jika kita juga ingin mengalolasikan uang bulanan kita untuk beli rumah?sedangkan kita menginginkan kedua-duanya sedangkan uang gaji terbatas,terima kasih ayas jawabannya bu , semoga Allah senantiasa merahmati bunda dan keluarga ^_^

    • muktiberbagi
      November 8, 2013

      itu dikembalikan ke niat masing-masing. yang jelas tidak ada syarat harus punya rumah pribadi dulu. rumah ngontrak pun sudah dianggap memenuhi kewajiban.

  2. Keluarga Rizal,Muti,Rafan
    Februari 9, 2014

    wah..baru tau komposisi pembagian penghasilan hrsnya dikemanain aja.klo utk asuransi masuknya ke investasi dong ya mak? bismillah mau ngikutin jejaknya makk..aamiin..

  3. Ping-balik: Umroh, Atau Haji Dulu? | berbagi cinta & makna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 29, 2013 by in agama, inspirasi and tagged , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: