berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Belajar dari Karakter Huruf

Gambar Selama puluhan tahun sejak SMP saya belajar EYD, menghafalkan salah satu kaidah tata bahasa: “kata dasar dengan huruf awal p, t, k, s jika mendapatkan awalan, huruf tersebut akan luluh”. Menghafal, lalu menerapkannya dalam penulisan. Baru kemarin, saya menyadari. Saat Prof Achmad, dosen neurolinguistic saya menjelaskan tentang mengapa ada kaidah tersebut. Ada sesuatu di kaidah itu, yang luput dari perhatian selama ini. Ternyata, huruf p, t, k adalah huruf yg sifatnya voiceless (tak bersuara). Huruf T misalnya, adalah huruf plosive voiceless. Ketika ditambahi awalan, huruf T tersebut luluh, digantikan N. Kata telusur misalnya, diawali me akan menjadi menelusuri, bukan mentelusuri. Sebaliknya, sifat huruf D misalnya, adalah, plosive voice (bersuara), karakter huruf D itu ‘tegar’. Saat dia mendapatkan awalan, dia tidak luluh, justru menarik huruf lain, yaitu huruf N (huruf yang sama juga, sama seperti yang menggantikan T). kata dengar menjadi mendengar, bukan medengar. Huruf D tetap ada, lalu disisipkan huruf N. Mungkin ini biasa. Tapi bagi saya menjadi sangat menarik. Ada filosofi hidup di sana. Begitulah juga dalam kehidupan kita, manusia. Seperti huruf T, jika karakter kita ‘lembek’, gampang menyerah, malas berusaha, sibuk dengan diri sendiri; maka keberadaan kita sebetulnya antara ada dan tiada, tak ada ‘suara’nya. Tak begitu didengar orang saat bicara, dan kadang malah orang lain merasa lebih baik mengajak orang lain (baca: huruf N) dari pada Mr atau Mrs T. Dengan mudah peran T tergantikan orang lain yang dianggap lebih kapabel, yaitu mas/mbak N. Kalau dari sisi jenis manusia menurut Emha, ini jenis manusia yang mubah mendekati makruh. Ada dan tiadanya tak ada pengaruh apa-apa bagi sekitarnya, malah kadang jauh lebih baik jika dia tak ada. Sebaliknya, seperti huruf D, jika karakter kita tegar, tekun, rajin berusaha, tak mudah menyerah, peduli pada orang lain; maka keberadaan kita akan diakui di sekitarnya. ‘Suara’ kita akan didengar orang lain. Bukan hanya didengar dan diakui, bahkan akan ada orang-orang yang setia mengikuti, seperti mbak N. Karakter D, bagaikan magnet bagi sekitarnya, orang tertarik padanya, karena karakternya yang kuat. Menilik jenis manusia menurut Emha, ini jenis manusia sunnah atau wajib. Ketidakhadirannya dicari orang, banyak merasa orang kehilangan jika dia tak ada, bahkan pada saat tertentu dia begitu diharapkan dan tak ada orang lain yang dianggap mampu menggantikannya. Nah, mau jadi seperti Mrs. T atau Mrs. D, dikembalikan pada kita lagi. Dari huruf, kita belajar :) *hasil merenung pasca kuliah neurolinguistik

~~~~

huruf yang kita punya sama, dari A sampai Z. tapi jemari dan lidah kita yang mengacak susunannya, menjadikannya berbeda. maka setelahnya, ada kata yang tercampakkan seperti sampah, ada juga kata yang terbang melangit tinggi. ada kata yang mampu menajamkan pikir meneduhkan hati.. dan sebaliknya ada kata yang menumpulkan logika dan menyesakkan dada.

lalu, sekian tahun hidup di dunia, berapa juta kata yang telah kita punya? kita lepaskan ia bagai sekawanan burung yang terbang bebas. terbayangkah, jika satu saat nanti, burung-burung itu akan kembali menghampiri?

dan kata-kata yang (pernah) kita miliki, apakah menjelma sebagai burung merpati yang berbaris rapi? ataukah justru menjadi burung nadzar yang mematuk-matuk tubuh kita hingga tak bersisa lagi? tergantung bagaimana kita memaknai diri

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 29, 2013 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: