berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

bekal #mudik dan ‘mudik’

Image

bicara tentang #mudik. kalau mau dicari dasarnya, ya memang gak ada anjurannya di ayat quran atau hadist manapun. tradisi mudik juga cuma ada di indonesia. tapi setidaknya, mudik bisa kita jadikan sarana dan niatkan sebagai birrul walidain (berbakti pada ortu) dan menjalin silaturrahim. yuk, luruskan niat, agar mudik kita bernilai ibadah juga 🙂

untuk #mudik, jauh-jauh hari bekal ini itu sudah kita siapkan. berbagai bingkisan untuk orang-orang tercinta, juga bekal uang selama perjalanan. kadang, bagi orang-orang tertentu, hasil kerja 11 bulan sebelumnya pun habis untuk mudik yang setahun sekali. mengenaskan? tidak! itu ekspresi kasih sayang. perbekalan yang disiapkan begitu lama, sengaja dibagi-bagikan dengan suka cita saat lebaran tiba, saat mudik, saat bertemu orang tua dan saudara-saudara.

mudik ke kampung halaman. sudah sebegitu rupa segala bekal kita siapkan. bermacet-macet pun menjadi rutininas langganan. juga berjejal penuh sesak di kereta atau kendaraan umum, tak lagi menjadi pemandangan yang mengherankan. pun banyak orang yang rela berpegal-pegal mudik dengan motor, meski itu sangat rawan dengan ancaman kecelakaan. tak apalah, yang penting asal bisa mudik. bertemu dengan keluarga dan sanak saudara. dan segala kelelakahn selama perjalanan serta banyaknya biaya yang dihabiskan, lunas terbayarkan, tak lagi sebanding dengan kebahagiaan yang didapatkan.

mudik, ternyata tak cuma ke kampong halaman. masih ada perjalanan mudik yang lebih jauh, sangat jauh. Ialah mudik ke kampung akherat, tempat kita disemayamkan, selamanya. jika untuk mudik ke kampung halaman saja, begitu telaten kita mempersiapkan bekal agar perjalanan mudik menjadi menyenangkan, lalu bagaimana dengan mudik ke kampung akherat? sudahkah bekal kita siapkan dengan baik, agar selama di sana kita juga merasakan bahagia dan nyaman? sedangkan mudik ke kampung akherat, berbeda dengan mudik ke kampong halaman, adalah mudik yang tak bisa lagi kembali ke kota dunia. mudik selamanya. jadi, bekal apa yang sudah kita siapkan , menuju kesana?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 1, 2013 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: