berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

separuh ramadhan, dan rindu

bagaimana kukabarkan
tentang rindu yang tetiba menyeruak
sedang kau jauh dari pandangan

bagaimana kutuntaskan
tentang rindu yang tetiba membuncah
sedang kau tak lagi dalam rengkuhan

bagaimana kuceritakan
tentang rindu yang tetiba menyentak
sedang dirimu tertidur tenang

ramadhan terakhirmu, dua tahun lalu
saat kau masih selalu ikut sahur bersama
meski tak penuh sehari berpuasa
saat kau berlari riang
dengan seragam dan jilbab putih
yang kau kenakan

kini, hanya kelebat bayangmu
yang senantiasa hadir
berlari,
tertawa,
atau menari
dalam film bisu
yang selalu berputar
di detak jantungku

putih kerudungmu
bening hatimu
tenang tidurmu
… dan sunyinya rinduku

Allahu,
mohon sampaikan rinduku
padanya, buah hatiku
mohon layakkan aku
untuk dapat memeluknya lagi
satu hari nanti
di surga-Mu

#pamulang, ramadhan 1434
saat hati terasa teriris sembilu
menyimak ‘ramadhan’ dari maher zain yang merdu

Image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 24, 2013 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: