berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

mata cinta

Image

hanya ingin duduk disini
menyendiri
menyepi
memandangi aliran sungai
yang menciptakan ritme indah
di hati yang gelisah

saat cinta yang tereja
jadi bumerang yang menikam
ingin aku menjelma diri
menjadi mata air dari puncak gunung
turun perlahan
mengaliri sungai dan laut
lalu naik sebagai awan
menjadi hujan
membasahi bumi
dan membentuk mata air lagi
bersiklus seperti itu
dan terus begitu
tanpa keluh kesah
tanpa merasa lelah

namun,
nyata aku tak sekuat mata air
saat jiwa membasah
air mata pun terpaksa tumpah
… karena cinta

dulu
lugu kusangka
perjalanan cinta manusia
selalu bertabur bunga
berpendar bahagia
bak masa kanak-kanak yang ceria

kini
nanar mencerna
bahwa cinta
ternyata lebih  akrab
berteman dengan air mata
… dan perih luka
daripada canda tawa

cinta
kadang tak lagi seperti mata air
yang menyejukkan
tapi laksana daun kering
layu terpuruk di gersangnya siang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 19, 2013 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: