berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Tersebab CINTA, adalah MEMBERI

Image

jika seorang lelaki menikah lalu ngarep: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor ada yang cuciin…siap-siap gigit jari aja deh. yang anda butuhkan koki, tukang pijit dan binatu, BUKAN istri πŸ˜€

sama halnya jika perempuan menikah lalu ngarep: pengin ini itu ada yang beliin, kemana-mana ada yg nganterin, juga siap-siap gigit jari aja. yang anda butuhkan kartu atm, tukang ojeg, BUKAN suami πŸ˜€
lha, terus ngarep apa dong kalau nikah? ya ngarep SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH, dan itu artinya KITA yang harus aktif, bukan banyak berharap orang lain yang aktif untuk kita. kenapa? karena landasan CINTA itu, adalah MEMBERI πŸ™‚
kenapa begitu? karena untuk menumbuhkan dan merawat CINTA, energi MEMBERI akan jauh lebih kuat & persisten dari pada energi MENERIMA. apa sebab? karena kendali ‘memberi’ ada pada diri kita, tapi kendali ‘menerima’ ada pada orang lain.

maka, energi memberi akan selalu ada selama kita hidup. tapi, energi menerima, apalagi dalam porsi lebih dari sekedarnya, bersiaplah menambah daftar kecewa. nah dari pada kecewa, memberi dan memberi saja terus. toh pahala gak kemana πŸ™‚

jadi, mestinya perempuan yang akan menikah berharap: jika saya menikah nanti saya akan bisa melayani suami, mendidik anak, mengajari anak-anak hafalan Quran, menata rumah biar suami senang, berdandan yang rapi kalau suami pulang, belajar memasak makanan yang disukai suami, ngasih hadiah ke mertua, dan seterusnya.
sebaliknya, seorang laki-laki yang akan menikah, mestinya berharap: saya menikah nanti akan mendidik istri saya dengan baik, menafkahi lahir batinnya dengan baik, sebisa mungkin memenuhi permintaannya untuk menyenangkan hatinya, bersama-sama mengasuh anak bersamanya, secara berkala mengunjungi saudara-saudara dari pihak istri, dan seterusnya.

mungkin lantas ada yang bertanya, “terus, kalau memberi terus, kapan menerimanya?” lho, kalau setiap individu punya prinsip yang sama, untuk banyak memberikan yang terbaik pada orang yang disayanginya, kan jatuhnya nanti masing-masing kita menerima juga. kita banyak memberi, lalu kita banyak menerima. bukan sibuk berharap menerima ini dan itu dari pasangan, sementara kita sendiri ‘pelit’ memberi.

pernah ada juga nih akhwat yang bilang: maunya nikah sama ustadz aja, biar nanti bisa belajar ini itu banyak sekali (doraemon dong-red). saya timpali, “hadeuh. ustadz juga manusia. sampai rumah tinggal capeknya, kepinginnya istirahat, karena kegiatannya di luar banyak melayani umat. kalau mau serius belajar mah, dari sekarang aja. masuk ma’had, bertahan sampai lulus, baru deh belajar beneran” .
pernah juga ada akhwat yang ngayal, enaknya nanti kalau sudah nikah sama ikhwah penegak dakwah. bisa sholat lail bareng, bisa shaum sunnah bareng…
iya, begitu memang idealnya. tapi bukan karena si ikhwah. semuanya berpulang pada kita, niat kita, kemauan kita. seshalih kayak apa suaminya, kalau dari kitanya sendiri lalu tidak tergerak dan tidak membiasakan sejak gadis, ya bubar jalan. dan bahayanya, namanya ‘permalasan’ itu saling menularkan. bisa jadi akhwatnya berharap menikah dengan ikhwah shalih karena selama ini dia merasa rada malas untuk beribadah. jadi biar pengin ketularan baiknya si ikhwan. etapi, kalau tidak didukung niat yang kuat untuk berubah dan memperbaiki diri, yang nular bisa-bisa malah malasnya si akhwat. boro-boro sholat lail bareng, adzan subuh sudah berkumandang pun malah sama-sama bangun kesiangan. nah lo!

jadi, memang kuncinya adalah jika kita memang CINTA, tunjukkan cinta itu dengan tindakan nyata, aktif, banyak MEMBERI. sekarang merasa belum banyak yang bisa kita berikan? ya cari ilmunya. sekarang merasa banyak sikap yang masih perlu diperbaiki jika ingin menjadi istri/suami shalih, ya kuatkan tekad, perbaiki diri dari sekarang! takbirrr!! (eh lha kok jadi kayak mimpin demo).

oh ya, dan kekuatan cinta dengan memberi ini tak hanya untuk pasutri, sebenarnya. tetapi untuk semua orang di sekitar kita. berharap ibu mertua sayang banget sama kita, ya banyak memberi pada beliau. memberi kan tidak harus natura, bisa juga ucapan, sikap dan perilaku. rajin beres-beres, memasak makanan yang disukai mertua, peka dengan berbagai kesibukan harian di rumah mertua, tutur kata yang lembut, dan sigap untuk dimintai tolong/dicurhatin jika ada apa-apa, dan seterusnya. insya Allah jika demikian, bakal jadi menantu idaman deh πŸ˜€

pengin tetangga kanan kiri sayang dan kompak dengan kita, juga harus banyak memberi dulu. Dipancing dulu. kalau untuk tetangga ini, saya selalu teringat wejangan singkat dari ibundanya pak amien rais (ceritanya kebetulan mas amien ini masih ‘pernah’ sepupu jauh saya-red). beliau berkata, “luwih apik pager mangkok tinimbang pager tembok“. bukan pagar tembok yang tinggi yang akan membuat kita aman dalam kehidupan bertetangga, tetapi kita aman karena banyak memberi, banyak ngasih ‘mangkok’ ke tetangga (tentu ada isinya ya, bukan mangkok kosong lah). tiap pulang dari pergi jauh, ngasih oleh-oleh. ada rezeki lebih, bagi-bagi. dan seterusnya.

jadi, mari IBDA’ BINAFSIK, mulai dari dirimu sendiri (saya maksudnya-red), untuk banyak MEMBERI, lalu setelahnya, siap-siap merayakan dampaknya yang luar biasa πŸ™‚

#catatan pengingat diri pagi ini

Β 
Iklan

2 comments on “Tersebab CINTA, adalah MEMBERI

  1. mutsaqqif
    Juni 4, 2013

    layaknya Abu Dzar, sahabat yang tak berada, bertanya pada Rasulullah saw bagaimana ia yang tak berada masih dapat melakukan amalan sedekah seperti sahabat lainnya,…

    “Sesungguhny setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf merupakan sedekah,. . . ”

    *tekad memberi :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 4, 2013 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: