berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Analogi Bagi Pasutri

Repost. Ini hanya kompilasi dari status beberapa hari ini, pelepasan penat dari rutinitas kerja, he. Mungkin daftarnya akan lebih panjang lagi. Isinya tentang pasutri dan berbagai pelajaran di sekolah/kuliah, yang ternyata bisa dikaitkan. Metode mengkaitkan  (cantolan) seperti ini, jika diterapkan dengan baik, kata quantum learning nih, akan membuat memory kita terhadap materi  yang kita pelajari lebih tahan lama. So, jadilah catatan dari status berseri ini, sambil mencoba menggali ingatan selama jaman sekolah dan kuliah 😀

Image

Nah, ini daftar cantolan tentang pasutri yang sudah pernah saya rilis di status.

# analogi 1, matematika

pasangan hidup itu bisa dianalogkan dgn matematika. idealnya, pasutri bisa SIMETRIS (seiring sejalan), atau KOMPLEMENTATIF (saling melengkapi), dan selalu KONJUNGSI (menggabungkan potensi). suami berperan sebagai imam, dan istri makmumnya, seperti BILANGAN FAKTORIAL.

 

bahaya jika ASIMETRIS (berlawanan), atau PENGALI NOL (mementahkan segala upaya), apalagi INVERSI (terus mengingkari)

*sambil nginget2 pak tanto, guru SD yang membuatku suka matematika ^_^

#analogi 2, fisika

pasangan hidup mestinya berdaya KOHESI tinggi (saling bahu-membahu), juga berhukum AKSI-REAKSI NEWTON (saling bertenggang rasa). dalam masalah rezeki berhukum KALOR BLACK (seberapa pun rizki disyukuri), dan bergerak SENTRIFUGAL (banyak berkontribusi pada sekitar).

 

bahaya jika sudah mulai KAPILARITET PASCAL (membocorkan aib pasangan), atau PEMBIASAN SNELLIUS (tak mempercayai perkataan pasangan), apalagi bergerak SENTRIPETAL (terperangkap dalam urusan domestic saja).

fisika, yang kukenal sejak SMP, tak lepas dari bayangan wajah pak Marsono & pak Ismu, guru fisika jaman SMP yang bisa menjelaskan konsep2 rumit dengan begitu gamblangnya 🙂

#analogi 3, pertanian

setelah matematika & fisika, yang ada di kepala malah pelajaran PMP, khususnya tentang pertanian, yaitu panca usaha tani.

jadi, harus ada upaya sungguh untuk INTENSIFIKASI (merawat cinta kasih), dengan DIVERSIFIKASI (beragam cara yang kreatif), dan jiika ada permasalahan siap untuk REHABILITASI (memperbaiki keretakan hubungan). suami juga jika mampu memperingan tugas istri dengan MEKANISASI (membelikan alat2 rumah tangga semacam mesin cuci, rice cooker, dll). tapi… kalau bisa mah ya, jangan EKSTENSIFIKASI (nambah istri lagi) ^_^

*he, masih agree gak yang ini? kacaw ya pelajaran PMP-nya? maklum dulu dari SD-SMA mantan juara cerdas tangkas P4 😛  *sambil mbayangin wajah bu asmini (almrh), pembinaku LCT P4 pas SMP yang begitu gigih 🙂

#analogi 4, geografi

jadi, pasangan hidup selayaknya bersatu padu sesuai peran masing2 seperti GARIS BUJUR dan GARIS LINTANG. bagi pasutri yang bertemu karena perjodohan (kayak saya ini, ehm-red), awal nikah suasana serba canggung seperti STEPPA atau bahkan SAHARA itu biasa, tapi percayalah nanti akan mekar cinta seperti HUTAN TROPIS, apalagi kalau rajin REBOISASI (memupuk cinta).

 

yang penting, jaga agar jangan ERUPSI (adu mulut), juga GEMPA BUMI (berantem sampai lempar piring dan gebrak meja), apalagi sampai TSUNAMI (marah tak terkendali). waah, bisa2 nanti seperti LEMPENG TEKTONIK yang bergerak saling menjauh (bercerai).

nulis ini sambil inget pak gunawan, guru geografiku jaman SMA 🙂

#analogi ke 5, kimia

jika sudah dipersatukan dalam pernikahan, pasangan hidup selayaknya seperti SENYAWA, meskipun terdiri dari 2 unsur tetapi tetap kompak. dan entah kenapa, biasanya pasangan yang serasi dari tahun ke tahun akan mirip satu sama lain, seperti dua MOLEKUL yang ISOMER.

 

namun waspadalah, meskipun persoalan domestik kadang terasa pekat dengan MOLARITAS tinggi, tetaplah berpikir jernih seperti proses OKSIDASI. jangan sampai persoalan membakar hati seperti REAKSI PEMBAKARAN, sehingga kebaikan pasangan akan habis tergerus seperti jalan yang terkena HUJAN ASAM.

 

tiap orang selalu ada lebih dan kurang. tapi saat hati kesal, kadang yang tampak dari pasangan seperti CARBON, sisi hitamnya saja. untuk itu kita perlu belajar memandang seolah pada FOSIL, tulang belulang yang meski tampak remuk redam itu, tapi menjadi HIDROKARBON yang sangat berguna bagi sumber energi di seluruh dunia.

kalau kimia, aku selalu ingat bu rati, guru teladan yg murah senyum, dan banyak mengajarkan jembatan keledai untuk murid2nya yg baru kenal kimia (klas 1 SMA). dan di klas 2 & 3, jelas terbayang wajah pak wardi, guru kimia legendaris paling ganteng sedunia, yg saking apalnya dengan pelajaran yg dibawakannya, gak pernah bawa apa2 ke kelas kecualli kacamata 😀

#analogi 6, akuntansi

memilih pasangan yang paling utama adalah akhlaq sebagai ASSET. karena rupa, sebagaimana harta, akan mengalami DEPRESIASI, lalu AKUMULASI DEPRESIASI-nya mampu mengurangi nilai dari AKTIVA tersebut hingga UMUR EKONOMI-nya habis. sedangkan akhlaq yang mulia seperti ASSET TAK BERGERAK, NILAI INTRINSIKnya akan makin tinggi dari waktu ke waktu.

 

rumah tangga, dimulai dengan GOODWILL sebagai AKTIVA INTANGIBLE, insya Allah akan membantu jalannya biduk rumah tangga sehingga NERACA aman.

dan rumah tangga, adalah INVESTASI abadi menuju surga. tentu banyak sumber daya yang harus dikeluarkan, baik dengan PROCESS COSTING maupun JOB ORDER COSTING. tapi surga, sebagaimana KEBEBASAN FINANSIAL, memang bukan simsalabim. harus diupayakan sepenuh jiwa.

 

ada kekurangan sedikit2 dalam berinteraksi tentu wajar, tak apa karena ada AYAT PENYESUAIAN. yang penting kita rutin melakukan instropeksi bersama, seperti BUKU JURNAL HARIAN. ini penting agar rumah tangga tak mengalami ke-BANGKRUT-an. kekurangan pasangan, dari sudut pandang yang lain, justru HISTORICAL COST-nya tinggi, FAIR VALUEnya meningkat, jika kita berpikir dewasa 🙂

sambil berusaha keras mengingat pelajaran2 jaman di STAN *lappeluh* 😀 Juga ingat dengan pak tasli, dosen cost accounting yang nyentrik abis, dan mas ary gunawan, asdos principle accounting yg puinter

Sementara baru ini. Nggak tahu nanti kalau2 penat lagi, mungkin nambah panjang lagi. Biasanya makin penat makin produktif nulis, soalnya 😀

Atau, ada yang mau nyumbang, silahkan 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 15, 2013 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: