berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Jika Ingin #Bertamu

Temans, ini ringkasan tentang adab meminta ijin yang sudah saya tulis beseri di fesbuk. semoga bermanfaat 🙂

Image

1. tadi pagi sebelum ngantor sempat buka2 tafsir an-nur lagi. senyum2 sendiri pas baca adab isti’dzan (minta ijin) masuk rumah. salah satunya adalah ngucap ‘kulo nuwun’ sambil agak berdiri di samping pintu. dulu jaman sekolah kan kalau mau ‘mertamu’ suka sambil longak-longok lewat kaca di pintu atau jendela, apalagi kalau gak dibuka-bukain, pasti mbatin “nih rumah ada orangnya kagak?”. lha ternyata kagak boleh kaya begono.

ketawa inget jaman SMA, sobat2 karibku kalau pintu depan gak dibuka, ya pindah ke pintu samping. pintu samping tutup, tau2 njedhul kepalanya ke pintu dapur, tinggal di dapur nanti aku yg ngomel2 panjang pendek karena dikagetin 😀

oke kita bahas #IjinBertamu aja ya 🙂

2. lanjut tentang #IjinBertamu ya. ketok pintu & kulo nuwun cukup 3x. gak ada respon pemilik rumah, artinya ya memang ditakdirkan ga ketemu. 

kadang ada nih, tamu yg pantang menyerah, ketok pintu melulu berpuluh kali. atau pindah2, ketok pintu depan, jendela, pintu samping, balik lagi pintu depan. berharap pintu dibukakan. mau bertamu apa meneror? 😀

kalau jaman sekarang ada hp, alangkah enaknya janjian dulu.

3. saat #IjinBertamu, jangan sakit hati yaa, kalau tuan rumah ada tapi gak mau bertemu atau diminta balik lagi kapan2. memang itu haknya yg punya rumah. hak kita ya bertamu, dengan resiko ditolak atau diterima.

kalau nekat masuk aja meski gak ada permit, itu namanya garong, atau rampok 😀

4. juga jangan sakit hati jika sebelum pintu dibukakan, tuan rumah bertanya dr dalam, “siapa?”

jika saat ketok2 pintu #IjinBertamu, ditanya begitu, jawablah dengan nama diri, bukan “saya”. karena tuan rumah belum tentu hapal si pemilik suara.

Rasul pun tak suka saat calon tamu ditanya lalu dijawab saya, beliau menggumam “saya… saya…” karena sulit mengenali tamunya.

5. kalau saat #IjinBertamu ditanya tuan rumah tapi gak mau sebut nama, itu kayak lagu jawa: “kulo nuwuuun. monggo! niku sinten? kulo. kulo sinten? kulo nuwun :D”
tuh kan jadinya muter2 gak jelasss

sekian tentang cara bertamu. lebih jelasnya baca terjemahan surat annur 58 yaa. baca juga tafsirnya utk tahu asbabun nuzulnya serta beberapa hadist yg bersesuai. selamat mengkaji 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 16, 2013 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.617 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: