berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Jilbab dan Idealisme

Ini ringkasan oret2an kemarin

Image

1. yg saya alami, ada beberapa kesempatan yg batal karena sulit menerima hijab yg menutup dada (jilbab lebar). tak apa, itu bagian dr konsekwensi. no bargaining lah untuk hal begini. sedang dulu awal jilbab ada, banyak putri2 muslimah yg rela terusir dari SMA-nya. malu sama mereka.

…sedang pintu rizki-Nya dr mana saja. ditutup dari 1 pintu, akan menggedor dari pintu yg lain dengan kerasnya.
#jilbab

2. ada pula kesempatan yg tetap bertahan, meski awalnya meminta untuk ‘just kudungan’, jangan gede2. tapi setelah dijelaskan, mau menerima kok. salut bagi mereka yg mau menerima penjelasan, karena lebih menghargai isi daripada kesing.

yang saya heran, kadang yg menerima penjelasan seperti ini justru orang2 yg secara tampilan tak saya sangka. hidayah, memang milik-Nya ๐Ÿ™‚
#jilbab

3. SMA klas 3, saya jadi seperti tom & jerry dgn BP sekolah ๐Ÿ˜€ makai jilbab kudu kucing2an, malah guru BP home visiting ke rumah, minta dgn sangat bapak ibu utk ‘menasehati’ anaknya jangan nekat berjilbab selama di sekolah. untunglah bapak ibu paham aqidah, juga bukan orang yg mudah terprovokasi. gak ngewarning apa2 ke saya ๐Ÿ™‚

betapa pentingnya peran orang tua dalam pembentukan karakter anak ๐Ÿ™‚
#jilbab

4. salah 1 berkah ber#jilbab saya rasakan saat awal masuk PTN kedinasan. yg lainnya disuruh kuncirin rambut jadi 7 & diminyaki minyak jlantah, sy bebas dong ๐Ÿ˜€ juga waktu gerakan nari2, sy diminta menyingkir lebih dulu dr kelompok.

waktu itu, saya jg mendapat bingkisan kain n jilbab dr masjid kampus. bingkisan yg sama juga diberikan pd siapapun yg mulai ber #jilbab. ucapan selamat datang yg manis & berkesan ๐Ÿ™‚

5. awal pakai #jilbab klas 2 SMA, bingung juga. stok baju belum banyak. lalu? selain kubongkar baju2 ibu & mbak (tapi gak banyak), bapak juga merelakan baju2 batik panjangnya, kurombak sedikit. keliatan rada macho yoben, yg penting lengan panjang & gak ketat full pressed body :p

juga kain2 jatah kantor bapak, diberikannya padaku untuk dijahitin jadi gamis/rok. bagiku, ini dukungan yg luar biasa dr beliau ๐Ÿ™‚

6. awal pakai #jilbab klas 2 itu juga diserang keraguan: mampukah bertahan? sedang tekanan dr sekolah cukup kenceng. juga polah saya masih rada2 gokil. datang surat dr kakak yg kuliah di bandung, berlembar2! memotivasi utk terus berhijab.

salah satu nasehatnya yg terus saya rekam hingga sekarang: “ketidakmampuan seseorang utk melaksanakan kebaikan, tak menjadi penghalang untuk melaksanakan kebaikan yg lain”
jleb! ๐Ÿ˜€

7. maksud kakak, jangan saya ragu utk ber#jilbab meski polahnya masih kadang gokil (uhuk). tapi kalau nunggu polahnya bener, sedang perbaikan perilaku itu seumur2, terus kapan mau pakai jilbabnya? sedangkan dua2nya kewajiban.

dia juga berpesan, semoga dengan #jilbab justru mampu jadi pagar, rem, jika ingin bersikap aneh2. suratnya, masih saya simpan hingga sekarang ๐Ÿ™‚

*sudah ya tentang #jilbab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 8, 2013 by in Neguneg.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.597 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: