berbagi cinta & makna

berbagi, berlari, hingga ajal menjemput diri

Bicara Cinta di Benak nan Bersahaja

Image

Kadang, saat duduk santai di beranda, atau saat berdua pergi berkendara, terjadilah obrolan-obrolan ringan antara suami istri yang tak muda lagi. Obrolan itu terpenggal-penggal. dan kadang juga membahas tentang cinta.

Penggalan yang sayang jika tak diabadikan. Penggalan yang semoga suatu saat bisa menjadi monumen kesaksian, tentang upaya cinta yang terus dibangun, di keluarga sederhana ini.

PENGGAL 1

Lagu cinta selalu indah didengar. Tapi kehidupan nyata sering tak semudah nyanyian. Saya bertanya, “Kenapa ya Mas, lagu-lagu cinta itu indah? Padahal kita tahu kisah hidup penyanyi atau pencipta lagunya kadang tak seindah lagu yang dia nyanyikan?”

Maka jawab suami, “Karena untuk membuat lagu yang baik, butuh beberapa waktu saja. Tapi untuk mencinta dengan baik, butuh waktu sepanjang usia”.

Jawaban singkat, namun lembut menyapa hati istri di sampingnya.
~i love how you love me, mas~

PENGGAL 2

Ternyata, betul kata seorang konsultan pernikahan, bahwa cinta saja tak cukup untuk mengarungi biduk rumah tangga. Yang dibutuhkan setelah itu adalah kecocokan, HARMONY. Karena tak selamanya yang kita cintai itu cocok, pas, atau dalam bahasa Qur’an sekufu untuk kita. Meskipun sebenarnya masalah kecocokan (dan cinta juga) tentu bisa diupayakan.

Dan cinta (dari-Nya, tentu saja) yang begitu saja muncul setelah syahdunya aqad, dibarengi KOMITMEN yang kuat untuk memelihara bangunannya hingga akhir masa, alangkah indahnya!

~from: pahlawan para bidadari

PENGGAL 3

Masih tentang cinta (ehm). Adalah jamak, saat istri yang lebih dari satu dasawarsa mendampingi suaminya dan melahirkan anak-anak buah cinta mereka, merasa bahwa secara fisik menjadi ‘berubah’, dari ‘rada rusak’ sampai ‘rusak berat’.  Itu pula yang menjadi kekhawatiran saya, yang saya utarakan suatu malam pada suami. Takut tak menarik lagi, takut tak bisa mengimbangi, dan seterusnya.

Maka, jawaban yang saya dapatkan dari suami atas kekuatiran itu adalah, “Cinta itu, letaknya ada dalam dada, dalam hati. Akan bertemu dengan cinta lain yang ada dalam hati juga. Fisik bisa saja berubah, atau menua. Tapi cinta yang terpatri dalam dada, tak akan berubah karenanya”

~from: pahlawan para bidadari

…. Bersambung 🙂

Iklan

6 comments on “Bicara Cinta di Benak nan Bersahaja

  1. Ety Abdoel
    Januari 8, 2013

    So sweet….setujuuuuu

  2. mutsaqqif
    Januari 8, 2013

    suiiiiiiittt suiiiiiiiiitttttttttt….. 😀

  3. yunoknik
    Januari 8, 2013

    so sweet bu … 🙂 anice inspiring

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 8, 2013 by in Curahan Hati.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5.623 pengikut lainnya

My Posts

%d blogger menyukai ini: